Connect With Us

Polda Banten Tangkap 8 Tersangka Penambang Ilegal Rugikan Negara Rp18,3 Miliar, 4 dari Tangerang

Rangga Agung Zuliansyah | Minggu, 7 Desember 2025 | 19:05

Ditreskrimsus Polda Banten mengungkap 10 kasus penambangan ilegal, yang terdiri dari lima kasus Galian C dan lima kasus Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Serang, Tangerang, dan Lebak. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Ditreskrimsus Polda Banten mengungkap 10 kasus penambangan ilegal, yang terdiri dari lima kasus Galian C dan lima kasus Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Serang, Tangerang, dan Lebak.

Dalam operasi masif selama periode Oktober hingga November 2025 ini, sebanyak delapan tersangka berhasil diamankan, bersama dengan sejumlah besar alat berat sebagai barang bukti.

Kapolda Banten Irjen Hengki menegaskan bahwa penindakan ini merupakan tindak lanjut arahan langsung dari Presiden untuk menindak tegas praktik pertambangan ilegal di seluruh Indonesia.

“Penambangan ilegal harus ditindak secara tegas dan tanpa pandang bulu sebagai wujud komitmen negara untuk melindungi kepentingan masyarakat serta menjaga kelangsungan lingkungan hidup,” tegasnya, dikutip Minggu 7 Desember 2025.

 

8 Tersangka Diamankan, Kerugian Capai Rp18,3 Miliar

Sebanyak delapan tersangka berhasil ditangkap dalam kasus ini, empat di antaranya merupakan warga Kabupaten Tangerang, yakni MS, 58, asal Kecamatan Cisoka, S, 63, asal Gunung Kaler serta SB, 46, dan  SS 47, asal Sukadiri.

Empat tersangka lain yakni YD, 58, warga Jakarta Utara, AN, 46, warga Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, KR, 56 warga Kramatwatu, Kabupaten Serang, AU, 47, warga Cibeber, Kabupaten Lebak.

Kapolda menyebut tujuh tersangka teridentifikasi berperan sebagai pemilik kegiatan tambang ilegal. Sementara satu tersangka berinisial SS diduga turut membantu operasional di lapangan.

Motif para pelaku murni didorong oleh keuntungan ekonomi tanpa mengurus perizinan, yang membuat aktivitas mereka menjadi ilegal.

Dampak dari aktivitas ilegal di luas garapan sekitar 50 hektare ini sungguh fantastis. Kerugian negara dan dampak lingkungan akibat ulah mereka diperkirakan mencapai Rp18,35 miliar.

"Kegiatan itu tidak hanya merugikan negara, tetapi juga merusak lingkungan dan mengancam keselamatan masyarakat di masa depan,” tegas Kapolda.

 

Barang Bukti yang Disita

Penyidik berhasil menyita barang bukti krusial, termasuk delapan unit ekskavator, surat jalan, hasil penjualan tambang, tabung sianida, peralatan pemurnian, hingga jackhammer.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 158 dan Pasal 161 UU Nomor 3/2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda maksimal Rp100 miliar.

Kapolda Hengki mengajak masyarakat untuk proaktif.

“Kepedulian bersama akan membantu kami mewujudkan keamanan lingkungan dan memberi dampak positif bagi kelangsungan hidup masyarakat Banten,” tutupnya, mengimbau masyarakat agar segera melaporkan setiap aktivitas tambang ilegal.

AYO! TANGERANG CERDAS
Pendaftaran TKA SD dan SMP 2026 Dibuka 19 Januari, Ini Jadwal Lengkapnya

Pendaftaran TKA SD dan SMP 2026 Dibuka 19 Januari, Ini Jadwal Lengkapnya

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:36

Pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SD dan SMP dijadwalkan mulai dibuka pada Senin 19 Januari 2026.

KOTA TANGERANG
Besok Ada Job Fair Spesial HUT Kota Tangerang di Karawaci, Sediakan 1.450 Lowongan

Besok Ada Job Fair Spesial HUT Kota Tangerang di Karawaci, Sediakan 1.450 Lowongan

Senin, 2 Februari 2026 | 17:32

Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) akan menggelar Job Fair Edisi HUT Ke-33 Kota Tangerang, di GOR Nambo Jaya, Kecamatan Karawaci, pada 3 Februari, pukul 09.00 hingga 13.00 WIB.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

TOKOH
Innalillahi, Istri Pesulap Merah Marcel Radhival Meninggal Dunia

Innalillahi, Istri Pesulap Merah Marcel Radhival Meninggal Dunia

Selasa, 27 Januari 2026 | 15:05

Kabar duka datang dari pesulap Marcel Radhival atau yang lebih dikenal publik sebagai Pesulap Merah. Istri tercintanya, Tika Mega Lestari, dikabarkan meninggal dunia pada Selasa, 27 Januari 2026, dini hari.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill