Connect With Us

MK Tunda Sidang Sengketa Pilkada Banten

| Selasa, 8 November 2011 | 21:34

Sidang MK terkait Pilkada Tangsel. (tangerangnews / dira)

TANGERANG- Mahkamah Konstitusi hari ini menunda sidang sengketa Pilkada Banten. Penundaaan itu dilakukan, lantaran bukti-bukti yang disampaikan penggugat belum lengkap. Penundaan dilakukan pada Kamis (10/11). Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengatakan, pada Kamis nanti sidang akan mendengar keterangan saksi.

"Sidang akan dilanjutkan pada hari Kamis dengan agenda mendengar keterangan saksi dan bukti-bukti," kata Mahfud MD, Selasa (8/11).

Dalam sidang perdana sengketa Pilkada Banten ini, pihak pemohon yakni pasangan No 2 Wahidin-Irna dan No 3 Jazuli-Muzakki mengajukan gugatan terkait adanya indikasi kecurangan yang dilakukan pasangan No 1 Atut-Rano Karno. Namun, saat sidang perdana digelar, bukti-bukti yang disampaikan pemohon tidak lengkap. Maka, MK meminta pemohon untuk melengkapi seluruh bukti yang akan diajukan paling telat dua hari sejak putusan hari ini.

"Karena belum ada kelengkapan maka sidang dilanjutkan dua hari, setelah putusan ini dengan agenda bukti yang diajukan pemohon dan termohon," katanya.

Sementara itu, sidang perdana sengketa Pilkada Banten diwarnai aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh massa pendukung pasangan Wahidin-Irna dan Atut-Rano Karno. Pendukung Wahidin-Irna menuntut agar hakim MK memberikan keputusan yang jujur dan adil terhadap kecurangan yang terjadi dan dilakukan pasangan Atut-Rano Karno.

Sedangkan pendukung pasangan Atut - Rano Karno, meminta agar gugatan yang dilakukan pemohon tidak dikabulkan, karena hasil Pilkada Banten telah mutlak dan meminta Mendagri untuk segera melantik Atut-Rano sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Banten terpilih. (DTK/KMP/DRA)

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

NASIONAL
Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:04

Polda Metro Jaya akan menyelidiki viralnya video teh kemasan berbusa yang beredar di media sosial setelah aksi penyampaian aspirasi pada 28 Oktober 2026.

TANGSEL
Musim Hujan Tiba, Pemkot Tangsel Antisipasi Banjir hingga Penyebaran Penyakit

Musim Hujan Tiba, Pemkot Tangsel Antisipasi Banjir hingga Penyebaran Penyakit

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:36

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memperketat mitigasi banjir sekaligus kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit seiring meningkatnya intensitas hujan di wilayahnya.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill