TANGERANGNEWS.com-Badan Karantina Indonesia (Barantin) melepas ekspor komoditas unggulan asal Provinsi Banten senilai Rp40,8 miliar melalui Satuan Pelayanan Bandara Soekarno-Hatta, Jumat 21 Agustus 2026.
Komoditas yang dikirim ke China dan Taiwan tersebut mencakup sarang burung walet, kepiting, dan manggis.
Sarang burung walet menjadi penyumbang nilai ekspor terbesar dengan total Rp38,7 miliar.
Selanjutnya, komoditas kepiting mencatatkan nilai sebesar Rp1,9 miliar, serta manggis sebesar Rp200 juta. Pengiriman ini dilakukan dalam rangkaian kegiatan bertajuk “Merdeka Ekspor Komoditas Unggulan Banten”.
Kepala Barantin Abdul Kadir Karding menyatakan bahwa selain fungsi pengawasan dan perlindungan hayati, karantina bertindak sebagai trade facilitator untuk menjamin kelancaran arus barang.
"Pelayanan karantina harus mampu memberikan kepastian kepada pelaku usaha, tanpa mengurangi fungsi utama melindungi sumber daya hayati Indonesia dari ancaman hama dan penyakit. Pengawasan tetap kuat, tetapi pelayanan juga semakin cepat, profesional, dan transparan," ujar Karding.
Ia menambahkan, kesiapan ekspor harus dibangun sejak awal rantai produksi, termasuk bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pemenuhan standar teknis dan kesehatan negara tujuan menjadi syarat mutlak agar produk lokal mampu bertahan di pasar global.

Gubernur Banten, Andra Soni, menyoroti pentingnya integrasi lintas sektor dalam mendorong UMKM lokal masuk ke rantai pasok internasional.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan dunia usaha menjadi pendorong utama agar produk Banten mampu bersaing di luar negeri.
“UMKM merupakan salah satu kekuatan ekonomi Banten. Karena itu, kita harus terus mendorong pelaku usaha agar tidak hanya mampu bertahan di pasar lokal, tetapi juga naik kelas dan mampu menembus pasar internasional,” ujarnya.
Fasilitas Pengujian dan Pendampingan UMKM
Guna mempercepat proses pemeriksaan operasional di pintu keluar utama perdagangan udara, Barantin meresmikan Kantor Pelayanan Satuan Pelayanan Soekarno-Hatta pada hari yang sama.
Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten, Duma Sari M H, menjelaskan bahwa pihaknya menyediakan Klinik Ekspor untuk memberikan konsultasi teknis terkait regulasi negara tujuan kepada para pelaku usaha.
Menurut Duma, pendampingan sejak awal menjadi penting agar pelaku usaha tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga memahami persyaratan teknis dan kesehatan yang ditetapkan negara tujuan.
“Karantina Banten siap memberikan pendampingan agar pelaku usaha lebih siap memenuhi persyaratan ekspor dan mampu menjaga konsistensi kualitas produknya,” ujarnya.
Selain pengawasan komoditas komersial, kegiatan ini juga diisi dengan bazar UMKM, mini expo, konsultasi publik, vaksinasi rabies gratis, serta pengoperasian fasilitas Mobile X-Ray untuk mendukung efisiensi pengujian lapangan.