Connect With Us

Gandeng DigiAsia, Dkapster Hadirkan Ahli Cukur Lewat Smartphone

Achmad Irfan Fauzi | Sabtu, 15 Desember 2018 | 16:04

Founder Dkapster Yopy Perdana Kusuma menggandeng Founder DigiAsia BIOS Alexander Rusli dan CFO Subir Lohani di Prudential Centre Kota Casablanca, Jumat (14/12/2018). (TangerangNews/2018 / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com-Dkapster, inovasi yang digagas untuk melayani pemotongan rambut atau barbershop secara online akan menggeliat di Tangerang.

Founder Dkapster Yopy Perdana Kusuma pun menggandeng Founder DigiAsia BIOS Alexander Rusli dan CFO Subir Lohani di Prudential Centre Kota Casablanca, Jumat (14/12/2018).

Pertemuan antar pengusaha muda tersebut dalam rangka bersinergi untuk memajukan applikasi BarberMan yang menghadirkan ahli cukur ke tempat pemesanan (on demand).

Founder Dkapster Yopy Perdana Kusuma menggandeng Founder DigiAsia BIOS Alexander Rusli dan CFO Subir Lohani di Prudential Centre Kota Casablanca, Jumat (14/12/2018).

Menurut Yopy, Dkapster merupakan applikasi yang menjadi solusi bagi social problems di tengah masyarakat. Solusi social problems yang dimaksud adalah terutama menyasar kaum milenial dan kaum difabel.

"Kalau kaum milenial kan waktu mereka sangat sibuk dan hampir sebagian waktu mereka dihabiskan dengan internet dan smartphone," ujarnya, Sabtu (15/12/2018).

Ia menerangkan, kehadiran Dkapster nantinya untuk melayani pemotongan rambut yang mekanismenya cukup memesan saja di rumah melalui genggaman smartphone dan pemangkas pun akan datang melayaninya.

Sehingga dengan begitu, eksistensi Dkapster pun akan membantu kaum milenial maupun kaum difabel untuk memangkas waktu dikala hendak mengubah tampilan rambutnya.

"Yang kedua adalah kaum disabilitas, ini adalah social problems yang fundamental dimana posisi mereka selama ini belum tersentuh dengan pelayanan, maka kita hadir untuk melayani mereka dan yang terakhir adalah kaum ekspatriat (pekerja asing)," ucapnya.

"Mereka adalah personality yang independen dan tidak ingin berlama lama antri di barbershop. Seringnya mereka juga senang dilayani secata khusus (privat). Inilah 3 hal yang mendasari market aplikasi kami ke depan," tambah Yopy.

Sementara Founder DigiAsia BIOS Alexander Rusli mengatakan bahwa saat ini dan masa yang akan mendatang ekosistem digital merupakan hal yang mendasar bagi kebutuhan manusia.

"Oleh karena itu DigiAsia BIOS hadir untuk mendukung ide-ide kreativitas anak muda yang memiliki visi tanpa batas namun terukur," katanya.

Alexander pun mengaku siap berinvestasi dan bekerjasama dengan management yang professional dan kolaboratif, salah satunya Dkapster. Sehingga dengan pertemuan ini, ahli cukur lewat aplikasi akan menggeliat di Tangerang.

"Dulu sekali tukang cukur ada di bawah pohon rindang dan keliling kampung untuk mencukur konsumenmya, saat ini dan masa depan kenapa tidak kita hadirkan tukang cukur modern (BarberMan) ke tiap rumah, apartemen, hotel dan dimanapun kita berada dengan teknologi smart phone, why not?" jelasnya.

Sekadar informasi, soft launching atau perkenalan produk Dkapster telah dilakukan di GOR Tangerang pada Maret 2018. Rencananya, Dkapster akan diluncurkan pada Januari 2019. Silahkan menggunakan tagar #2019cukurrambutonline

#2019tambahganteng di media sosial.(RAZ/HRU)

KAB. TANGERANG
890 Rumah di Kronjo Masih Terendam Banjir, Warga Desak Normalisasi dan Pembangunan Tanggul Sungai

890 Rumah di Kronjo Masih Terendam Banjir, Warga Desak Normalisasi dan Pembangunan Tanggul Sungai

Rabu, 28 Januari 2026 | 21:15

Sebanyak 890 rumah di Desa Cirumpak, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, masih terendam banjir yang diakibatkan luapan Sungai Cimanceuri dan Cipasilian hingga saat ini, Rabu 28 Januari 2026.

WISATA
Habiskan Rp2,3 Miliar, Apa Saja Isi Tugu Titik Nol Tangerang?

Habiskan Rp2,3 Miliar, Apa Saja Isi Tugu Titik Nol Tangerang?

Selasa, 20 Januari 2026 | 19:51

Tugu titik nol Kabupaten Tangerang yang sempat menjadi kontroversi lantaran memakan anggaran sebesar Rp2,3 miliar kini sudah mulai beroperasi dan dipergunakan sebagai taman literasi digital untuk masyarakat.

OPINI
Perayaan Imlek di Masjid Istiqlal, Sinkretisme Agama yang Dilarang Islam

Perayaan Imlek di Masjid Istiqlal, Sinkretisme Agama yang Dilarang Islam

Senin, 26 Januari 2026 | 18:51

Suatu ketika kafir Quraish menawarkan kepada Rasulullah Muhammad saw agar Rasulillah Muhammad saw berkenan untuk menyembah sesembahan mereka sehingga merekapun berkenan menyembah Allah Swt, secara bergantian.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill