Connect With Us

Memiliki Asuransi Sebelum Menikah

Redaksi | Senin, 17 Februari 2020 | 13:24

Memiliki asuransi sebelum menikah. (Istimewa / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Mengingat pernikahan merupakan momen penting dan tak terlupakan dan menjadi penanda kehidupan baru maka calon pengantin harus mempersiapkan kesehatan fisik dan mental juga kesehatan finansial karena setelah pesta usai, pengantin harus bekerja keras untuk membangun rumah tangganya.

 

Fisik, mental, dan finansial jangan sampai diabaikan karena dapat menganggu kestabilan rumah tangga. Apalagi, 3 hal tersebut sangat dekat dengan hal-hal tak terduga yang berujung pada ongkos yang mahal, misalnya ketika kita menyiapkan anggaran untuk membeli sofa dan lainnya ternyata dana tersebut harus dialokasikan untuk rawat inap di rumah sakit. Untuk itu, ada baiknya pasangan milenial menyediakan anggaran khusus untuk proteksi diri dengan berasuransi.

 

Branding and Communication Strategist MiPower by Sequis, Ivan Christian Winatha menyebutkan, idealnya asuransi dimiliki oleh pasangan sejak mereka belum menikah. 

“Memilih pasangan yang sudah mempunyai perlindungan asuransi sudah menjadi tren di luar negeri, hal ini juga baik untuk diterapkan oleh milenial karena jika pasangan kita telah memiliki asuransi. Kita akan lebih siap menghadapi risiko kehidupan di masa mendatang yang bisa menggerus finansial keluarga, misalnya jika terjadi risiko sakit, kecelakaan, atau meninggal dunia,” sebut Ivan. 

 

Bagi milenial yang merencanakan untuk berumah tangga, Ivan menyarankan untuk memilih asuransi yang memiliki manfaat komprehensif, yaitu tersedianya proteksi terhadap penghasilan, kesehatan, jiwa, dan jangan lupa untuk memperhatikan biaya preminya agar sesuai dengan bujet. 

 

Sequis melalui unit bisnisnya MiPOWER by Sequis menyediakan produk asuransi yang sesuai untuk  pasangan milenial yang berencana untuk menikah dan ingin mengelola risiko kehidupan sejak dini, yaitu MiPROTECTION

 

MiPROTECTION memberikan manfaat santunan pengganti penghasilan seandainya terjadi risiko penyakit kritis, cacat tetap total, kecelakaan, dan meninggal dunia. Produk ini juga menyediakan manfaat santunan kamar rawat inap dan ruang intensif serta santunan rawat inap jangka panjang.

 

“Tersedia fasilitas no claim discount dan renewal discount jika tidak ada klaim. Semua manfaat ini bisa diraih dalam 1 produk asuransi dengan harga yang sangat terjangkau, yaitu mulai Rp130 ribu per  bulan,” sebut Ivan. (RAZ/RAC

 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Libur akhir pekan ini ke BSD X-treme Park yu, biar bisa main skateboard tersedia pelatihnya loh...

A post shared by TangerangNews (@tangerangnewscom) on

TEKNO
Tren Pencahayaan Adaptif untuk Menjawab Kebutuhan Ruang Dinamis

Tren Pencahayaan Adaptif untuk Menjawab Kebutuhan Ruang Dinamis

Jumat, 24 April 2026 | 09:06

Seiring dengan perkembangan desain arsitektur dan interior yang semakin dinamis, kebutuhan akan elemen pendukung ruang pun ikut mengalami perubahan. Ruang kini tidak lagi bersifat statis, melainkan terus bertransformasi mengikuti fungsi

TOKOH
Selamat Jalan, Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker

Selamat Jalan, Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker

Sabtu, 7 Maret 2026 | 18:51

Kabar duka datang dari dunia musik Indonesia. Penyanyi Vidi Aldiano dikabarkan meninggal dunia pada usia 35 tahun. Informasi tersebut disampaikan sejumlah musisi Tanah Air melalui media sosial pada Sabtu, 7 Maret 2026, dikutip dari Kompas.

HIBURAN
Pameran Seni Bertema Autisme Digelar di VIVERE Hotel Tangerang

Pameran Seni Bertema Autisme Digelar di VIVERE Hotel Tangerang

Selasa, 28 April 2026 | 08:01

Dalam rangka menyambut Bulan Autisme Sedunia, VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated bekerja sama dengan Matalesoge HospitABLElity Academy menggelar pameran seni bertajuk “You See Me and I Feel You”, yang berlangsung pada 24 April

OPINI
Larangan HP di Sekolah: Disiplin Sementara atau Reformasi Pendidikan?

Larangan HP di Sekolah: Disiplin Sementara atau Reformasi Pendidikan?

Senin, 27 April 2026 | 23:00

Kebijakan pembatasan penggunaan ponsel bagi siswa SMA/SMK di Banten resmi dimulai dari Kabupaten Tangerang. Dinas Pendidikan Provinsi Banten menerapkan aturan pengumpulan ponsel saat jam pelajaran serta melarang pembuatan konten

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill