Ubah Limbah Jadi Berkah, Alfamart Hadirkan Mesin Pengumpul Minyak Jelantah di Tangerang
Selasa, 27 Januari 2026 | 23:40
Masalah limbah minyak goreng bekas atau minyak jelantah yang sering kali mencemari lingkungan kini menemukan solusi inovatif.
TANGERANGNEWS.com- Pemerintah pusat tengah menjalankan rencana strategis bersama salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia, Apple.
Menanggapi itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menyambut dan membuka selebar-lebarnya bagi produsen smartphone iPhone tersebut untuk berinvestasi di kota berjuluk "Seribu Industri, Seribu Jasa"
Asisten Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kota Tangerang Yeti Rohaeti mengatakan, Kota Tangerang memiliki lokasi yang strategis lewat keberadaan bandara internasional Soekarno-Hatta, sehingga sangat cocok untuk perusahaan sekelas multinasional menanamkan modalnya.
"Seperti perusahaan teknologi ternama, salah satunya adalah OPPO yang belum lama ini membangun pabriknya di Kota Tangerang,” ujar Yeti, Selasa, 23 April 2024.
Lanjut Yeti, Pemkot Tangerang juga telah melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tangerang tahun 2023 (155,05 persen) dengan capaian investasi sebesar Rp14,99 triliun.
Menurutnya, hal ini menunjukkan keberhasilan Pemkot Tangerang dalam mengelola capaian investasi.
"Bahkan, Pemkot Tangerang pada tahun kemarin berhasil mendapatkan penghargaan membanggakan dalam Banten Business Forum dan Investment Awards 2023," tambahnya.
Yeti berharap, adanya rencana investasi Apple ke Indonesia juga dapat berdampak pada peningkatan capaian investasi di Kota Tangerang.
Masalah limbah minyak goreng bekas atau minyak jelantah yang sering kali mencemari lingkungan kini menemukan solusi inovatif.
TODAY TAGTrader kini semakin mengutamakan aplikasi trading yang praktis dan serba terintegrasi. Simak fitur-fitur yang mendukung analisa, efisiensi, dan kenyamanan trading modern.
Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.
Warga urban Jakarta dan sekitarnya tidak lagi harus menembus macet menuju pusat kota, untuk belanja kebutuhan perlengkapan rumah tangga.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews