Connect With Us

Pasar Tekstil Cipadu Tangerang Kian Sepi Pembeli, Pedagang Ngos-ngosan Bertahan

| Rabu, 21 Januari 2026 | 09:35

Pasar Cipadu Kota Tangerang (@TangerangNews / Istimewa )

TANGERANGNEWS.com- Pasar Cipadu, Kota Tangerang yang dahulu dikenal sebagai sentra kain dan pakaian terbesar di wilayah Tangerang tampak semakin sepi, dengan banyak kios tutup dan arus pengunjung yang jauh berkurang.

Sejumlah kios dibiarkan kosong, sementara kios yang masih buka hanya menampilkan beberapa gulungan kain. 

Suasana tawar-menawar yang dulu menjadi ciri khas pasar nyaris tak terdengar. 

Mukhlis, 50, pedagang kain di Toko Sabana Textile yang telah berjualan selama 25 tahun mengaku sempat merasakan masa ketika Pasar Cipadu dipadati pembeli hingga area parkir kendaraan tak lagi mencukupi. 

Namun situasi itu berubah perlahan dan mencapai titik terberat saat pandemi Covid-19 melanda pada 2020.

“Sekarang ini memang sepi sekali. Merosot dari Corona dulu. Mulai dari situ merosot separuh lebih,” ujar Mukhlis dikutip dari Kompas, Rabu, 21 Januari 2026.

Penurunan penjualan memaksanya mengurangi jumlah kios dari empat menjadi dua. Omzet yang dulu bisa mencapai puluhan juta rupiah per bulan kini sulit diraih. 

“Dulu sebelum Corona bisa dapat Rp 20 juta sampai Rp 30 juta. Sekarang cari Rp 10 juta saja susah,” katanya.

Mukhlis juga kehilangan banyak pelanggan lama yang sebelumnya datang dari luar pulau. Kini, ia hanya mengandalkan pembeli dari wilayah Jakarta dan Tangerang. 

Padahal, menurutnya, kain yang dijual memiliki kualitas premium dan biasa digunakan untuk kebutuhan seragam pabrik, pusat perbelanjaan, hingga rumah sakit. 

“Kain saya ini biasanya sering dipesan untuk seragam pabrik, mall, rumah sakit tapi sekarang sudah jarang sekali,” imbuhnya.

Serupa, Annisa, 50, pedagang pakaian yang telah membuka usahanya di Pasar Cipadu sejak tahun 2000 menilai pandemi dan pergeseran pola belanja masyarakat ke platform daring semakin memperberat kondisi pasar tradisional untuk bersaing.

“Dulu karyawan saya sembilan orang. Sekarang tinggal tiga. Banyak toko yang terpaksa tutup,” kata Annisa.

Ia mengaku saat ini hanya bertahan dengan mengandalkan pelanggan lama, itu pun dengan pola pembelian yang lebih kecil dibandingkan sebelumnya. 

Keramaian musiman menjelang Ramadhan dan Idul Fitri yang dahulu menjadi puncak penjualan juga tak lagi terasa. 

“Sekarang bertahan saja sudah ngos-ngosan. Kalau bukan karena tanggungjawab biaya sekolah ke anak, saya pasti sudah balik ke kampung,” ujarnya.

KAB. TANGERANG
Aliansi Pemuda Bawa Kasus Pembubaran Ibadah GKPI di Rajeg ke Jalur Hukum, Tuntut Usut Penggunaan Sajam

Aliansi Pemuda Bawa Kasus Pembubaran Ibadah GKPI di Rajeg ke Jalur Hukum, Tuntut Usut Penggunaan Sajam

Selasa, 22 September 2026 | 14:33

Kasus aksi pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) yang diwarnai intimidasi dan ancaman penggunaan senjata tajam (sajam) di Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, kini resmi ditempuh melalui jalur hukum.

HIBURAN
VIVERE Hotel Hadirkan “Big Days, Open Doors”, Open House untuk Konsultasikan Acara Pernikahan 

VIVERE Hotel Hadirkan “Big Days, Open Doors”, Open House untuk Konsultasikan Acara Pernikahan 

Senin, 21 September 2026 | 17:09

VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated menghadirkan open house dengan konsep berbeda melalui “Big Days, Open Doors”.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

NASIONAL
Data Center dan Industri Dongkrak Kebutuhan Listrik, Sistem Energi Dituntut Makin Tangguh

Data Center dan Industri Dongkrak Kebutuhan Listrik, Sistem Energi Dituntut Makin Tangguh

Selasa, 22 September 2026 | 14:16

Pertumbuhan data center dan ekspansi industri mulai mengubah peta kebutuhan listrik di Asia Tenggara.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill