Connect With Us

Rupiah Melemah ke Rp17.400 per Dolar AS, Bank Indonesia Bakal Lakukan Intervensi

Fahrul Dwi Putra | Selasa, 5 Mei 2026 | 18:14

Ilustrasi pertukaran mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat. Indonesia mengalami kenaikan utang luar negeri mencapai USD304,28 miliar per Juni 2015. (BI / tangerangnews)

TANGERANGNEWS.com- Bank Indonesia buka suara setelah nilai tukar rupiah menyentuh kisaran Rp17.400 per dolar AS, salah satu level terlemah di tengah tekanan global. 

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin G Hutapea mengatakan, pelemahan rupiah tidak terjadi secara terpisah, melainkan sejalan dengan tren depresiasi mata uang negara berkembang lainnya sejak konflik di Timur Tengah meningkat.

"Bank Indonesia akan terus hadir di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya," ujar Erwin dikutip dari CNN Indonesia, Selasa, 5 Mei 2026.

Ia menjelaskan, tekanan terhadap mata uang emerging market terjadi secara merata. Philippine peso tercatat melemah 6,58 persen, Thailand baht 5,04 persen, India rupee 4,32 persen, Chile peso 4,24 persen, sementara rupiah melemah 3,65 persen dan Korea won 2,29 persen.

Pada perdagangan Selasa pagi, rupiah berada di level Rp17.410 per dolar AS, melemah 17 poin atau 0,10 persen dibandingkan hari sebelumnya. Kondisi ini dipengaruhi ketidakpastian global akibat eskalasi konflik geopolitik yang masih berlangsung.

Untuk meredam gejolak, BI melakukan intervensi berlapis di pasar keuangan. Langkah tersebut meliputi transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

"Bank Indonesia terus menegaskan komitmen untuk senantiasa hadir di pasar dan mengambil langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah," lanjut Erwin.

Sejumlah analis menilai tekanan terhadap rupiah masih dipengaruhi penguatan dolar AS di tengah memanasnya tensi geopolitik global.

Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah masih berpotensi tertekan, meski pelemahannya cenderung terbatas karena pelaku pasar menunggu rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Sementara itu, analis mata uang Ibrahim Assuaibi menilai penguatan indeks dolar AS menjadi faktor utama yang menekan mata uang Asia, termasuk rupiah, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik global.

BISNIS
Jasa Pembuatan PT Murah untuk Bisnis Baru: Solusi Legal Cepat dan Aman

Jasa Pembuatan PT Murah untuk Bisnis Baru: Solusi Legal Cepat dan Aman

Kamis, 7 Mei 2026 | 11:08

Memulai bisnis tanpa legalitas yang jelas bisa menjadi hambatan besar di masa depan. Banyak pelaku usaha akhirnya kesulitan saat ingin bekerja sama dengan perusahaan besar atau mengikuti tender.

AYO! TANGERANG CERDAS
Siswa Miskin 90 Persen Berpeluang Tembus Masuk Sekolah Favorit Pada SPMB 2026

Siswa Miskin 90 Persen Berpeluang Tembus Masuk Sekolah Favorit Pada SPMB 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 08:18

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengklaim siswa dari keluarga kurang mampu memiliki peluang lebih besar untuk masuk sekolah yang diinginkan melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.

KAB. TANGERANG
Nunggak Pajak Ratusan Juta, Restoran di Kelapa Dua Tangerang Dipasangi Stiker Peringatan

Nunggak Pajak Ratusan Juta, Restoran di Kelapa Dua Tangerang Dipasangi Stiker Peringatan

Senin, 11 Mei 2026 | 08:31

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Tangerang mulai mengambil langkah sanksi administratif terhadap sejumlah wajib pajak restoran yang menunggak pembayaran pajak daerah di wilayah Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill