Connect With Us

Lagi Viral di TikTok, Begini Cara Lihat Tahun Lama di Aplikasi Google Maps

Fahrul Dwi Putra | Rabu, 27 Maret 2024 | 14:35

Ilustrasi tren melihat tahun lama di Google Maps (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Baru-baru ini tengah viral di media sosial TikTok sebuah tren melihat tahun lama di aplikasi Google Maps.

Melalui tren ini, pengguna dapat bernostalgia sekaligus melihat perbandingan kondisi saat ini dengan beberapa tahun sebelumnya, umumnya maksimal hingga 2013.

Fitur ini awalnya hanya tersedia untuk Google Maps versi web, namun kini sudah dapat digunakan melalui aplikasi.

Untuk melihat tahun sebelumnya di Google Maps. Berikut caranya seperti dikutip dari kanal YouTube FZL, Rabu, 27 Maret 2024.

1. Buka aplikasi Google Maps.

2. Ketuk ikon lapisan di pojok kanan atas layar.

3. Pilih opsi "Detail Peta".

4. Pilih "Street View".

5. Pilih jalan yang ingin Anda lihat tahun sebelumnya.

6. Perbesar gambar jalan tersebut.

7. Ketuk ikon "Lihat Tanggal Lainnya" di bagian bawah layar.

8. Pilih tahun yang ingin Anda lihat.

9. Jalan yang Anda pilih akan berubah tahunnya sesuai dengan pilihan Anda.

Itulah cara sederhana untuk melihat tahun sebelumnya di Google Maps. Semoga bermanfaat!

TANGSEL
Pemkot Tangsel Sasar 109 Ribu Anak Program ORI Campak

Pemkot Tangsel Sasar 109 Ribu Anak Program ORI Campak

Kamis, 2 April 2026 | 20:37

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai menggelar program Outbreak Response Immunization (ORI) secara serentak, guna memperkuat perlindungan kesehatan anak dari risiko penularan campak.

BISNIS
Kapan Bank Mandiri dan BCA Buka Lagi Usai Lebaran 2026? Ini Jadwalnya

Kapan Bank Mandiri dan BCA Buka Lagi Usai Lebaran 2026? Ini Jadwalnya

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:21

Layanan kantor cabang Bank Mandiri dan BCA masih tutup selama periode libur Lebaran 2026 dan baru akan kembali beroperasi normal pada 25 Maret 2026.

BANDARA
Kemenekraf Dorong IP Lokal Mendunia Lewat Instalasi di Bandara Soekarno-Hatta

Kemenekraf Dorong IP Lokal Mendunia Lewat Instalasi di Bandara Soekarno-Hatta

Jumat, 3 April 2026 | 21:18

Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mendorong brand lokal berbasis Intellectual Property (IP) atau kekayaan intelektual agar mampu bersaing di panggung global.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill