Connect With Us

Mengenal Bunga Rafflesia Arnoldii yang Jadi Penyebab Wabah Zombie di Serial Zona Merah

Fahrul Dwi Putra | Rabu, 13 November 2024 | 10:30

Bunga Rafflesia Arnoldii menjadi penyebab wabah zombie dalam serial Zona Merah, yang dibintangi oleh Aghniny Haque. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Platform streaming online Vidio baru saja merilis serial original terbarunya, bertajuk Zona Merah. 

Zona Merah merupakan salah satu serial bertema zombie di Indonesia. Uniknya, wabah zombie tersebut bukan berasal dari virus, melainkan bunga Rafflesia Arnoldii.

Serial Zona Merah di sebuah kota terpencil bernama Rimbalaya, Maya (Aghniny Haque) harus berusaha menemukan adiknya yang hilang di tengah kekacauan di tengah kota yang sudah berubah menjadi zona merah akibat wabah tersebut.

Selain aktris cantik Aghniny Haque, serial ini turut dibintangi oleh aktor dan aktris ternama lainnya seperti Andri Mashadi sebagai Risang, Lukman Sardi sebagai Zaenal Effendi, dan Devano Danendra sebagai Adi. Selain itu, ada Maria Theodore, Ruth Marini, Haru Sandra, dan Dian Sidik.

Mengenal Bunga Rafflesia Arnoldii 'Si Biang Keladi Wabah Zombie '

Tidak hanya menjadi inspirasi cerita, bunga Rafflesia Arnoldi yang misterius dalam serial ini sebenarnya merupakan flora langka yang nyata ada di Indonesia. Asalnya dari hutan tropis Bengkulu, bunga ini dikenal sebagai salah satu bunga terbesar di dunia. 

Rafflesia Arnoldi memiliki penampilan yang unik. Menurut buku Mengenal Aneka Flora & Fauna Indonesia karya Wahyu Annisha dikutip dari DetikCom, bunga ini tidak memiliki akar, daun, maupun batang seperti tumbuhan lainnya. Ia tumbuh sebagai parasit pada inangnya, menyerap nutrisi tanpa menghasilkan klorofil sendiri. 

Bunga ini memiliki lima kelopak besar dan ketika mekar, diameternya bisa mencapai satu meter dengan berat hingga 11 kilogram. Namun, keindahan ini hanya bertahan selama sekitar seminggu sebelum layu kembali.

Bau busuk khas yang dikeluarkan bunga ini sebenarnya adalah mekanisme untuk menarik serangga penyerbuk, terutama lalat dan kumbang. 

Sejarah bunga Rafflesia Arnoldi cukup menarik dan penuh kontroversi. Berdasarkan catatan dalam buku Rafflesia Pesona Bunga Terbesar di Dunia oleh Agus Susatya, penemuan bunga ini pertama kali dilakukan oleh Joseph Arnold pada tahun 1818 di daerah pedalaman Manna, Bengkulu Selatan. 

Nama "Rafflesia" sendiri diberikan sebagai bentuk penghormatan kepada Sir Stamford Raffles yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Jenderal Inggris di Bengkulu.

Namun, ada cerita lain yang lebih dahulu mencatat keberadaan bunga ini. Seorang penjelajah asal Prancis bernama Louis Auguste Deschamp sebenarnya telah menemukan spesies bunga serupa di Nusakambangan, Jawa, pada tahun 1797. 

Sayangnya, penemuan Deschamp tidak diakui secara resmi karena koleksi spesimennya dirampas oleh Inggris saat kapalnya ditangkap dalam perjalanan kembali ke Prancis.

Lebih lanjut, seorang dokter dan penjelajah Inggris, William Jack, mendeskripsikan bunga tersebut sebagai Rafflesia titan. Namun, karena keterlambatan publikasi, nama ini digantikan oleh Robert Brown yang kemudian menetapkan nama resmi Rafflesia Arnoldii R.Br. pada tahun 1820.

KAB. TANGERANG
Musang Sampai Kera di Kabupaten Tangerang Divaksin Rabies

Musang Sampai Kera di Kabupaten Tangerang Divaksin Rabies

Senin, 12 Oktober 2026 | 19:12

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) memberikan layanan Vaksinasi Rabies Gratis bagi hewan peliharaan warga.

OPINI
Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:02

Orang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh

HIBURAN
Batik Indra Loka Hadirkan 30 Koleksi Busana Modern di Pendopo Alam Sutera

Batik Indra Loka Hadirkan 30 Koleksi Busana Modern di Pendopo Alam Sutera

Senin, 12 Oktober 2026 | 14:52

Batik Indra Loka memperkenalkan 30 koleksi busana siap pakai (ready-to-wear) melalui Saun Tara Collection Premiere di Pendopo, Living World Alam Sutera, Tangerang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill