Connect With Us

PLN Buka Lomba Karya Tulis Jurnalistik, Ini Link Pendaftarannya 

Fahrul Dwi Putra | Senin, 6 Oktober 2025 | 09:50

Poster resmi lomba karya tulis jurnalistik digelar PT PLN (Persero). (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- PT PLN (Persero) kembali membuka PLN Journalist Awards (PJA) 2025 yang ditujukan bagi para jurnalis di seluruh Indonesia. 

Mengangkat tema “Energi Berdaulat untuk Indonesia Kuat”, kompetisi ini mulai menerima pengiriman karya sejak awal Oktober dan akan ditutup pada 23 Oktober 2025.

PJA 2025 menjadi wadah apresiasi bagi insan pers yang telah berkontribusi menyebarkan informasi mengenai ketenagalistrikan dan energi nasional. 

Terdapat enam kategori yang dapat diikuti, yakni karya tulis hard news, karya tulis feature, audio visual hard news, audio visual feature, foto cerita, dan foto tunggal.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan, peran jurnalis sangat penting dalam menyuarakan semangat transisi energi dan mendorong masyarakat memahami pentingnya ketahanan energi nasional.

“PLN Journalist Awards 2025 merupakan bentuk penghargaan dari PLN kepada para insan jurnalis di seluruh Tanah Air yang telah konsisten mendukung penyebaran informasi mengenai pengelolaan dan produktivitas di sektor ketenagalistrikan dalam upaya mencapai kedaulatan energi nasional," ujar Darmawan.

Sementara itu, Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, menjelaskan bahwa PLN telah menyiapkan tiga subtema utama dalam kompetisi tahun ini. 

Ketiganya meliputi Swasembada Energi dari Hulu ke Hilir, Listrik sebagai Energi Berkeadilan: Fondasi Ekonomi, Pendidikan, dan Kesehatan Rakyat Wilayah 3T, serta Akselerasi Energi Hijau untuk Mewujudkan Masa Depan Berkelanjutan.

"Peserta dapat mengirimkan karyanya yang sudah dipublikasikan di media massa pada rentang 15 November 2024 hingga 23 Oktober 2025. Adapun jumlah karya yang didaftarkan maksimal 5 karya untuk setiap kategori," ujar Gregorius.

Dalam kesempatannya, Gregorius juga mengumumkan inovasi baru dalam penyelenggaraan tahun ini, yaitu penghargaan “Indonesia Top 100 Journalists” yang akan diberikan kepada 100 finalis terbaik dari tiga wilayah besar: Jawa bagian Barat, Jawa bagian Timur, dan luar Jawa. 

Para finalis berhak mendapatkan hadiah menarik di luar penghargaan utama yang akan diberikan kepada tiga pemenang di setiap kategori.

“Acara ini tidak dipungut biaya dan dapat diikuti peserta dengan mengisi formulir pendaftaran melalui link yang telah disediakan,” ujarnya.

Adapun informasi dan formulir pendaftaran dapat diakses melalui tautan resmi PLN di https://bit.ly/PJA2025-daftar

BANTEN
Terinfeksi Gulma Berbahaya, 27 Ton Gandum Impor Australia Dimusnahkan Karantina Banten

Terinfeksi Gulma Berbahaya, 27 Ton Gandum Impor Australia Dimusnahkan Karantina Banten

Rabu, 22 April 2026 | 23:15

Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten (Karantina Banten) memusnahkan gulma Asphodelus Fistulosus yang ditemukan pada 27.000 ton komoditas biji gandum impor dari Australia.

KOTA TANGERANG
Evakuasi Biji Tasbih dari Dalam Hidung Balita, BPBD Kota Tangerang Ajak Naik Mobil Damkar

Evakuasi Biji Tasbih dari Dalam Hidung Balita, BPBD Kota Tangerang Ajak Naik Mobil Damkar

Rabu, 22 April 2026 | 18:59

UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Korban Kecamatan Periuk pada BPBD Kota Tangerang berhasil mengevakuasi sebuah biji tasbih yang tersangkut di dalam hidung seorang balita laki-laki berusia tiga tahun.

NASIONAL
Diusulkan Naik, Pemerintah Hitung Ulang Harga Eceran Tertinggi Minyakita

Diusulkan Naik, Pemerintah Hitung Ulang Harga Eceran Tertinggi Minyakita

Kamis, 23 April 2026 | 09:24

Rencana penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng rakyat Minyakita mulai dibahas pemerintah. Saat ini, HET masih berada di angka Rp15.700 per liter dan belum mengalami perubahan dalam beberapa tahun terakhir.

OPINI
Mengapa Mengurus Negara Butuh Lebih dari Sekadar Nyali?

Mengapa Mengurus Negara Butuh Lebih dari Sekadar Nyali?

Senin, 20 April 2026 | 19:56

-Belakangan ini, ruang publik kita diwarnai oleh narasi yang cukup mengusik logika akademik: mengurus negara konon tak bisa hanya mengandalkan "ilmu buku".

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill