Connect With Us

Guru SMK Diduga Bakar Diri di Kamar Mandi Rumahnya

Denny Bagus Irawan | Kamis, 19 Mei 2016 | 15:00

Ilustrasi mayat. (Shutterstock / Shutterstock)

 

 

TANGERANG- Endang Tri Wahyudi Ristiandi,38, seorang guru salah satu SMK di Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, ditemukan tewas terbakar di dalam kamar mandi rumahnya, Citra Raya, Rabu (18/5/2016) dalam kondisi bugil. Kejadian itu pertama kali diketahui ketika anak pertama Endang, Alif ,9, mencium bau terbakar dari arah kamar mandi.

 

M Said, Kapolsek Panongan, Kabupaten Tangerang mengatakan, korban saat ditemukan dalam kondisi tanpa busana.

“Seluruh tubuhnya mengalami luka bakar," katanya, Kamis (19/5/2016) siang.

 

Menurutnnya, Endang diduga meninggal akibat tersengat listrik. Namun, belakangan baru diketahui bahwa Endang meninggal akibat terbakar sebab polisi mendapati wadah penampung bensin dan korek api kayu di lokasi.

 

Jasad Endang kemudian langsung dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Hingga kini pihak kepolisian belum mengindikasikan peristiwa tersebut mengarah kepada pembunuhan.

 

"Korban diduga bunuh diri, tapi kami masih melakukan pendekatan dengan sejumlah keluarga, untuk bisa lebih matang," tutur Said.

HIBURAN
Heboh Goodie Bag Alfamart Run 2026 Berisi Kebutuhan Pokok 50 Kg

Heboh Goodie Bag Alfamart Run 2026 Berisi Kebutuhan Pokok 50 Kg

Senin, 19 Oktober 2026 | 15:37

Ajang lari Alfamart Run 2026 yang digelar di Plaza Parkir Timur Senayan, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu 18 Oktober 2026, menyisakan cerita heboh hingga viral.

PROPERTI
Program Video Competition Sinar Mas Land Diganjar Penghargaan Perhumas PR Excellence Awards 2026

Program Video Competition Sinar Mas Land Diganjar Penghargaan Perhumas PR Excellence Awards 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:48

Sinar Mas Land kembali mengukuhkan prestasinya di bidang komunikasi korporasi dengan meraih Juara II Perhumas PR Excellence Awards 2026 untuk kategori Teknologi & Digital PR.

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill