Nikmati Kopi Sambil Merasakan Kehangatan Pelayanan Penyandang Disabilitas di Bisa Cafe Karawaci
Minggu, 26 Juli 2026 | 21:38
Menikmati secangkir kopi hangat kini tidak hanya sekadar soal rasa, tetapi juga tentang merayakan kesetaraan.
TANGERANGNEWS.com-Tiga pemuda babak belur dihakimi massa setelah memaksa para pedagang untuk memberikan uang kepada mereka. Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Raya Lapan, Kelurahan Cisauk, RT 04/05, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, Sabtu (08/4/2017). Berdasarkan kesaksian warga sekitar, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Ketiga itu, pemuda tersebut mendatangi warung Kuliner disepanjang jalan tersebut.
"Mereka datang, kemudian maksa minta uang, tapi ketika dikasih Rp5 ribu. Mereka malah menolak, pengennya Rp20 ribu," ujar warga yang juga salah satu pedagang yang tidak ingin ditulis identitasnya. Setelah berhasil memalak beberapa pedagang. Kemudian pedagang yang merasa kesal menanyakan asal ketiga pemuda yang dalam kondisi mabuk tersebut. Kepada para pedagang mereka berkata kasar seraya mengaku warga Suradita.
"Namun, karena kita tahu mereka bukan warga sini, mereka pun mengaku akhirnya bilang kalau memang bukan warga Suradita. Mereka bilang dari kecamatan lain. Setelah itu para pedagang langsung mendekati mereka, dan secara bergantian memukulinya bersama warga sekitar, " tambahnya.
Ketiganya menyangka kegiatan aksi premanisme di pasar tersebut sering terjadi. Padahal itu baru pertama kali terjadi hal demikian dilokasi tersebut. "Sebelumnya tidak pernah terjadi, makanya aneh saja ada orang malak. Kami merasa terganggu, pembeli juga merasa terganggu," terangnya.
Namun, dari tiga orang pemuda nekat itu hanya dua orang yang berhasil diamankan. Seorang lagi melarikan diri dari kejaran massa setelah sempat dipukuli. "Dua orang pelaku dibawa ke Polsek Cisauk, satu lagi kabur," terangnya saat ditemui di Polsek Cisauk. (RAZ)
Menikmati secangkir kopi hangat kini tidak hanya sekadar soal rasa, tetapi juga tentang merayakan kesetaraan.
TODAY TAGKementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) berupaya mempercepat realisasi penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Tangerang.
Para perumus kebijakan dengan visi menembus galaksi bimasakti menggagas kewajiban suci bagi seluruh dosen perguruan tinggi untuk memiliki kualifikasi akademik sekurang kurangnya strata tiga.
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tangerang serius menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten 2026 yang akan berlangsung di Kota Tangerang Selatan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews