Selat Hormuz: Dari Jalur Vital Menuju Leher Botol Dunia
Rabu, 29 April 2026 | 19:48
Penutupan Selat Hormuz kembali menegaskan satu hal yang kerap luput dari kesadaran kita: dunia modern tidak sepenuhnya berdiri di atas fondasi yang kokoh.
TANGERANGNEWS.com-Pemkab Tangerang melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pemakaman 2017 ini akan membedah 1.000 rumah warga melalui program Gerakan Bersama Rakyat Atasi Kawasan Padat, Kumuh dan Miskin (Gebrak Pakumis).
Erwin Mawardi, Kepala Sub-Bagian Fasilitas Umum dan Perumahan pada Bappeda Kabupaten Tangerang menjelaskan, program Gebrak Pakumis adalah salah satu program unggulan Kabupaten Tangerang dan sudah digulirkan sejak tahun 2012.
"Untuk 2017, Gebrak Pakumis sudah dalam tahap persiapan. Rencananya 1.000 rumah warga berpenghasilan rendah di Kabupaten Tangerang akan dibedah," katanya, Selasa (11/4/2017).
Erwin mengatakan, prinsip program ini adalah membedah rumah warga tidak mampu dalam satu kawasan dengan sistem cluster binaan.
"Dengan sistem cluster, harapannya kegiatan lain juga masuk. Sehingga terjadi integrasi program untuk peningkatan taraf hidup warga berpenghasilan rendah, karena kami meyakini tidak ada satu program pun yang tidak terkait dengan persoalan kawasan kumuh," tambahnya.
Dia mengatakan, 2017 ini penerima manfaat program yang sumber pembiayaannya berupa bantuan sosial dari APBD Kabupaten Tangerang tersebut tersebar di 19 Kecamatan diantaranya Jayanti, Kresek, Balaraja, Tigaraksa, Cisoka, Sindangjaya, Gunung Kaler, Kronjo, Kemiri, Rajeg, Sukadiri, Sepatan Timur, Teluknaga, Pakuhaji, Kosambi, Pasar Kemis, Sukamulya, Jambe dan Solear.
"Database-nya sudah ada, pekan depan sudah mulai verifikasi penerima manfaat program," pungkasnya.
Penutupan Selat Hormuz kembali menegaskan satu hal yang kerap luput dari kesadaran kita: dunia modern tidak sepenuhnya berdiri di atas fondasi yang kokoh.
TODAY TAGMahasiswa Pascasarjana Manajemen Pendidikan Universitas Pamulang menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di SMPN 7 Kota Tangerang Selatan, Rabu 29 April 2026.
Kabar duka datang dari dunia musik Indonesia. Penyanyi Vidi Aldiano dikabarkan meninggal dunia pada usia 35 tahun. Informasi tersebut disampaikan sejumlah musisi Tanah Air melalui media sosial pada Sabtu, 7 Maret 2026, dikutip dari Kompas.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews