Connect With Us

9 Siswi SD di Kelapa Dua Tangerang jadi korban predator pedofil

Mohamad Romli, Yudi Adiyatna | Selasa, 2 Mei 2017 | 06:00

Ilustrasi kekerasan seksual terhadap anak. (National Geographic Indonesia / National Geographic Indonesia)

TANGERANGNEWS.com-Sebanyak sembilan anak perempuan yang masih duduk dibangku sekolah dasar (SD) yang ada di wilayah Pakulonan, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang menjadi korban kekerasan seksual pria tua.  Akibat dari penyerangan seksual tersebut, para korban menjadi sakit dan tidak sedikit  melemah kondisinya karena bagian alat kelaminnya dibuat menderita sesuatu.


Melihat banyaknya jumlah korban yang berjatuhan. Akhirnya masyarakat melaporkan hal tersebut ke Polres Kota Tangerang Selatan, beberapa waktu lalu.
Pria tersebut diketahui berinisial K. Dia berusia diatar 50 tahun. K yang diduga pelaku itu merupakan warga RW 07,  Kelurahan Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.  "Dia membuat geger warga di sini karena dia melakukan kekerasan seksual terhadap sembilan anak perempuan dibawah umur," terang H, warga sekitar kepada wartawan TangerangNews.com, Selasa (2/5/2017).

Berita Terkait : 

  1. Lembaga Perlindungan Anak seriusi Kisruh Warnet di Pasar Kemis
  2. 5 Kasus Menonjol Kekerasan Seks Terhadap Anak Terjadi di Tangerang
  3. Kisah Pilu Gadis 12 Tahun Kesurupan Diperkosa Bos


Dia mengatakan, perbuatan tersangka K telah membuat keresehan bagi warga sekitar. Hal itu baru diketahui setelah  beberapa anak perempuan itu mengaku menderita sakit pada bagian kemaluannya. 

"Korbannya sekitar 9 orang, anak-anak perempuan yang masih duduk di sekolah dasar. Kalau sudah seperti ini bukan saya, kamu lagi. Tetapi sudah kita, kita  harus melawan bersama-sama," tuturnya.

 

Awal Aksi Predator Terbongkar 

Perbuatan tersangka tersebut terbongkar setelah ada orang tua korban yang mendapatkan pengaduan dari sang buah hati tentang penderitaannya,  soal kelamin-nya yang sedang sakit .

"Anak-anak tersebut saat buang air kecil merasa kesakitan. Lalu menceritakan kejadian yang menimpa mereka kepada orang tuanya," tambahnya.

Usut punya usut, tidak hanya satu korban saja. Masyarakat sekitar pun terkejut mendengar pengakuan korban yang lain. Sebenarnya, K dikenal warga sebagi pria yang baik dan ramah. Bahkan dia ditunjuk sebagai koordinator keamanan di lingkungan RW setempat.

"Kami langsung merasa cemas, saat mengetahui kejadian tersebut. Karena bisa jadi korbannya tidak hanya yang sudah diketahui saja," ungkapnya.

Kasat Reskim Polres Tangsel, AKP Alexander Yurikho saat dikonfirmasi TangerangNews.com membenarkan dirinya sedang menangani kasus predator pedofil  itu.  Bahkan, dia dia mengaku, pihaknya sudah menangkap tersangka .

"Ya benar, K yang diduga pelaku pelecehan seksual terhadap anak-anak saat ini sudah kami amankan di Mapolres Tangsel," ujarnya. 

Alex mengaku, karena korbannya sembilan. Pihaknya sedang melakukan upaya pemeriksaan kondisi kejiwaan dari tersangka K."Sekarang kami sedang menunggu hasil pemeriksaan visum et repertum tersangka dari psikiater," tandasnya.

SPORT
Cerita Pelari Jawara Run 2026, Irsan Jauh-Jauh dari Sulawesi Jadi Finisher Pertama hingga Syahdan Ikut Lari untuk Terapi

Cerita Pelari Jawara Run 2026, Irsan Jauh-Jauh dari Sulawesi Jadi Finisher Pertama hingga Syahdan Ikut Lari untuk Terapi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:22

Perjalanan jauh dari Sulawesi mengantarkan Irsan menjadi finisher pertama dalam PLN Mobile Jawara Run 2026 di Serang, Banten.

BANDARA
Jadi Pintu Gerbang Indonesia, Menteri Pendidikan Sayangkan Tulisan Bahasa Inggris Dominan di Bandara Soekarno-Hatta

Jadi Pintu Gerbang Indonesia, Menteri Pendidikan Sayangkan Tulisan Bahasa Inggris Dominan di Bandara Soekarno-Hatta

Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:58

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyinggung penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik yang dinilainya masih kalah dominan dibandingkan bahasa Inggris.

KAB. TANGERANG
Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:14

Regulasi lahan sawah dilindungi (LSD) dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 4 Tahun 2026 berpotensi memengaruhi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Tangerang pada 2027 mendatang.

WISATA
Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:15

Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill