Connect With Us

5 Kasus Menonjol Kekerasan Seks Terhadap Anak Terjadi di Tangerang

Mohamad Romli | Selasa, 18 April 2017 | 19:30

Siti Zahro, Kepala Seksi Perlindungan Perempuan dan Anak Pada Dinas PPPA Kabupaten Tangerang (@tangerangnews 2017 / Mohamad Romli)


TANGERANGNEWS.com-Selama kurun waktu  Januari sampai Maret 2017. Setidaknya terdapat  lima kasus kekerasan terhadap anak yang ditangani Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinas PPPA)  Kabupaten Tangerang.  Dari data dinas tersebut, kasus kekerasan terhadap anak ini meliputi kekerasan seksual hingga penelantaran terhadap anak.


“Jumlah kasus tersebut terjadi di Kecamatan Panongan, Pasar kemis, Balaraja dan terakhir Kekerasan seksual kepada anak di Kecamatan Mekar Baru," ujar Siti Zahro, Kepala Seksi Perlindungan Perempuan dan Anak Pada Dinas PPPA Kabupaten Tangerang.

Untuk menekan angka kekerasan terhadap anak, lanjut Zahro, pihaknya berupaya melakukan pencegahan melalui deteksi dini. Selain itu, pihaknya terus melakukan kordinasi dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak dari tingkat Kabupaten Tangerang hingga tingkat desa.

“Kami juga sudah membuat kerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Tangerang untuk mempersiapkan Psikolog juga dengan  Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tangerang. Sehingga nantinya ketika ada kasus anak yang memerlukan bantuan, kami sudah siap memberikan fasilitas. Hal ini sebagai salah satu upaya negara hadir dan memberikan perlindungan kepada anak,” tambahnya.

Dengan masih terus terjadinya kasus kekerasan terhadap anak, menurut Zahro, pihaknya akan terus meningkatkan pemahaman tentangnya peran orang tua terhadap perkembangan anak.

“Sehingga kedepanya kasus-kasus kekerasan terhadap anak dapat dicegah mulai dari tingkat keluarga. Hal ini kami rasa merupakan hal yang sangat efektif dalam memberikan perlindungan kepada anak-anak di Kabupaten Tangerang,” pungkasnya.

OPINI
Urbanisasi Bukti Kesenjangan Tinggi

Urbanisasi Bukti Kesenjangan Tinggi

Selasa, 7 April 2026 | 15:06

Libur lebaran telah usai, tapi masalah baru yang mesti dihadapi pemerintah pasca Ramadan justru mulai muncul, salah satunya adalah urbanisasi. Euforia gemerlapnya kota meracuni penduduk desa untuk bisa menikmatinya.

BISNIS
Setelah 5 Tahun, Menantea Akhiri Operasional Seluruh Gerai April 2026

Setelah 5 Tahun, Menantea Akhiri Operasional Seluruh Gerai April 2026

Selasa, 14 April 2026 | 14:11

Bisnis minuman teh kekinian Menantea yang didirikan oleh Jerome Polin pada 2021, lalu, resmi menghentikan seluruh operasional gerainya pada 25 April 2026, setelah berjalan selama kurang lebih lima tahun.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill