Program MBG Berpotensi Merugi Rp1,27 T Per Pekan Gegara Makanan Terbuang
Rabu, 25 Februari 2026 | 14:55
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi mengalami kerugian akibat makanan terbuang mencapai Rp1,27 triliun setiap pekan.
TANGERANGNEWS.com-WK (23) pemuda yang melakukan pemerkosaan seorang gadis berinisial MR (19) di area persawahan Kampung Kalijodo, Desa Parahu, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang sempat mengambil gambar korban tanpa busana.
"Sebelum disetubuhi, pelaku mengambil foto setengah badan korban yang sudah bugil ," kata Kapolsek Balaraja, Kompol Wiwin Setiawan, Kamis (06/4/2017).
Kemudian pemerkosaan tersebut pun terjadi. Satu persatu pakaian korban dilucuti. Korban mengaku saat itu dirinya masih diiming-imingi akan dipinjami uang oleh pelaku.
Kemudian pelaku yang dikenal korban lewat Facebook baru satu bulan itu mengajak korban untuk mengambil uang di rumah temannya. Setelah berada dirumah teman WK, uang tersebut tidak ada, korban kemudian meminta pulang. "Bukannya korban diajak pulang, korban justru dibawa ke tengah-tengah sawah dan dipaksa berhubungan badan sebanyak tiga kali," tambahnya.
WK berhasil ditangkap polisi setelah sempat buron selama 16 bulan. Petugas Kepolisian telah menyita barang bukti satu potong kaos, satu potong celana panjang bahan berwarna hitam, satu potong sweater, celana dalam dan bra, serta satu unit handphone.
"Kami himbau kepada pengguna media sosial agar lebih bijak dalam memilah teman di jejaring sosial," ujarnya.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi mengalami kerugian akibat makanan terbuang mencapai Rp1,27 triliun setiap pekan.
TODAY TAGMeledaknya tren belanja online (e-commerce) dan logistik di Indonesia menyisakan tumpukan sampah kemasan yang kini menjadi masalah besar.
Pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara langsung selama hampir dua dekade terakhir telah menjadi simbol penting demokrasi lokal di Indonesia.
Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews