Festival Cisadane 2027 Bidik Target 10 Besar Karisma Event Nusantara
Selasa, 28 Juli 2026 | 16:46
Penyelenggaraan Festival Cisadane 2026 Kota Tangerang resmi berakhir dengan antusiasme masyarakat yang meriah.
TANGERANGNEWS.com-Kapolresta Tangerang, AKBP Sabilul Alif memastikan ribuan anggota ormas Front Pembela Islam (FPI) di Kabupaten Tangerang tidak mengikuti aksi 299 yang digelar pada Jumat (29/9/2017) besok di Jakarta.
Pernyataan Sabilul tersebut disampaikan karena pihaknya sudah mendengarkan para tokoh FPI di Kabupaten Tangerang.
"Sebelumnya memang akan berangkat. Namun setelah kita lakukan tindakan preventif dengan mendatangi para tokoh organisasi masyarakat, akhirnya mereka tidak jadi berangkat," ujarnya, Kamis (28/9/2017). BACA JUGA : FPI Bubarkan Paksa Pengamen Akustik di Puspem Kota Tangerang
Bahkan, Sabilul menekankan, meskipun masih ada warga Kabupaten Tangerang yang tetap berangkat untuk mengikuti aksi 299, mereka tidak mengatasnamakan organisasi FPI.
"Kalau untuk ormas tidak ada tapi, untuk yang berangkat secara perorangan tidak menutup kemungkinan. Namun, untuk yang di Tangerang Selatan ada yang ikut sekitar 50 peserta," tambahnya.
Diketahui, sejumlah organisasi kemasyarakatan yang dikoordinir Presidium Alumni 212 kembali turun ke jalan. Mereka berencana melakukan demonstrasi bertajuk aksi 299 di depan gedung DPR MPR, Senayan, Jakarta Pusat, pada Jumat (29/9/2017). BACA JUGA : Tuntut Hentikan Pemerasan TKW, FPI Demo BNP2TKI
Dalam selebaran rencana aksi, Presidium Alumni 212 menuntut penghapusan Perppu nomor 2/2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan dan menolak kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI).(DBI)
Penyelenggaraan Festival Cisadane 2026 Kota Tangerang resmi berakhir dengan antusiasme masyarakat yang meriah.
TODAY TAGCiputra Group melakukan langkah besar dalam transisi energi hijau dengan mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di salah satu pusat perbelanjaan unggulannya, Mall Ciputra Tangerang.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews