Connect With Us

Keluarga Zaman Now Wajib Melek Medsos

Mohamad Romli | Minggu, 12 November 2017 | 15:00

Anggota Komisi IX DPR RI Dapil Banten III, Marinus Gea saat menjadi narasumber Sosialisasi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Kreatif yang dihelat BKKN di Mauk, Minggu (12/11/2017). (@TangerangNews.com / Mohamad Romli)

TANGERANGNEWS.com-Anggota Komisi IX DPR RI Dapil Banten III, Marinus Gea merasa prihatin atas dampak negatif menggunakan media sosial (medsos) yang sampai mengganggu keharmonisan dalam rumah tangga.

Bahkan perceraian pasangan suami istri, menurutnya dipicu masih belum masifnya pendidikan menggunakan medsos dengan baik. 

Marinus pun merasa tergugah untuk gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk menggunakan medsos secara bijak, karena saat ini pesatnya gempuran medsos tidak bisa dihindari. 

Adanya desakan menutup aplikasi medsos tertentu oleh pemerintah pun tidak menjadi solusi, namun yang terpenting adalah kesiapan untuk menerima perkembangan dunia digital dengan bekal yang cukup. 

"Kita tidak bisa menghindari dari gempuran medsos yang sudah masuk hingga ke pelosok yang tentunya masuk ke ruang keluarga. Maka penting untuk memberikan sosialisasi menggunakan medsos dengan baik," ujarnya kepada awak media usai menjadi narasumber Sosialisasi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Kreatif yang dihelat BKKN di Mauk, Minggu (12/11/2017).

Politisi PDI Perjuangan tersebut pun mengingatkan kembali salah satu fungsi keluarga yaitu fungsi pendidikan. Ia menyebutkan salah satu yang harus diberikan oleh setiap keluarga kepada anak-anaknya adalah pendidikan agama. Dengan pondasi pendidikan agama yang kuat, diharapkan anak-anak bisa berperilaku baik serta memiliki karakter yang kuat, terutama soal etika dan sopan santun yang saat ini sudah makin luntur. 

"Harapan kita adalah keluarga yang sudah kita bekali ini mampu membekali juga anak-anaknya.  Tidak saja dalam proses merencanakan jumlah anak, tetapi benar-benar menjadi keluarga yang berkualitas," tambahnya. 

Keluarga yang berkualitas, tambah Marinus, tidak hanya keluarga yang mampu mencukupi kebutuhan materi dan pendidikan. Namun juga keluarga yang mampu memilah informasi yang berkembang.

Kemampuan memilah informasi sangat penting, agar anggota keluarga tidak mudah terpapar informasi yang hoax atau pengetahuan yang menyesatkan. 

Ia juga mengatakan sumber perselingkuhan terbesar saat ini bermula dari medsos, bahkan angka perceraian tertinggi di Banten  awalnya karena medsos. 

"Karena medsos, yang sudah berkeluarga dan hidup sejahtera pun bisa cerai," terangnya.

Sementara itu, Perwakilan BKKBN Banten, Iswandi mengatakan usia pernikahan ideal untuk perempuan adalah diusia 20 tahun, sementara laki-laki adalah 25. Karena diusia tersebut kondisi emosional sudah mulai matang.(DBI/HRU)

KOTA TANGERANG
Rangkul Warga Sekitar, Lapangan Tenis dan Padel Poppies di Ciledug Salurkan Bantuan Sembako

Rangkul Warga Sekitar, Lapangan Tenis dan Padel Poppies di Ciledug Salurkan Bantuan Sembako

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:09

Pengelola Lapangan Tenis dan Padel Poppies menggelar aksi sosial dengan membagikan puluhan paket sembako kepada masyarakat di sekitar kawasan Jalan Dr. Soetomo, Ciledug, Kota Tangerang.

WISATA
Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:15

Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.

BANDARA
2 Penerbangan Dibatalkan Dampak Kabut Asap Karhutla, Bandara Soetta Siapkan Langkah Mitigasi

2 Penerbangan Dibatalkan Dampak Kabut Asap Karhutla, Bandara Soetta Siapkan Langkah Mitigasi

Jumat, 16 Oktober 2026 | 19:40

Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berdampak langsung pada sektor penerbangan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill