Connect With Us

Predator 40 Anak Mengaku Eksekusi Korban di Gubuk Rajeg & Gunung Kaler

Mohamad Romli | Jumat, 5 Januari 2018 | 18:00

Pelaku Sodomi di Rajeg yang berinisial WS alias Babeh, 49, saat memberikan keterangan kepada awak media di konferensi pers yang digelar Polresta Tangerang di ruang rupatama Mapolresta Tangerang, Jumat (5/1/2018). (@TangerangNews / Mohamad Romli)

TANGERANGNEWS.com-Predator sodomi 40 anak mengakui seluruh perbuatannya kepada Kepolisian Polresta Tangerang. 

WS alias Babeh, 49, mengaku khilaf atas perbuatan bejatnya yang telah melakukan kekerasan seksual terhadap puluhan anak laki-laki dibawah umur. 

WS melampiaskan hasrat seksualnya dengan menyodomi anak-anak tak berdosa  di gubuk yang didirikannya di dua tempat berbeda, yakni di Kecamatan Gunung Kaler dan Rajeg, Kabupaten Tangerang. 

BACA JUGA:

Dia menyampaikan bahwa itu dilakukan sejak 2016, saat dirinya ditinggal istrinya yang bekerja sebagai TKI di Malaysia.

Mengenakan pakaian tahanan dengan penutup wajah, predator tersebut menjawab sejumlah pertanyaan dari awak media, di ruang rupatama Mapolresta Tangerang, Jumat (5/1/2018).

Ia mengaku bersalah dan sudah menyadari segala perbuatannya yang mengancam rusaknya masa depan puluhan anak yang menjadi korbannya. Saat menyodomi anak-anak yang masih duduk dibangku Sekolah Dasar dan Madrasah Tsanawiyah (MTS) tersebut, dia tidak memiliki ilmu hitam apapun. 

"Hanya akal-akalannya saja untuk lebih meyakinkan para korban," ujarnya.

Awalnya ia mengaku perilaku seksualnya normal sebagaimana layaknya kaum laki-laki lainnya.

"Sebenarnya enggak begitu (suka sesama jenis), tapi sejak istri enggak ada, ya mungkin itu kecerobohan saya sehingga terjadi begitu," ungkapnya.

Mengenai jumlah korban yang mencapai puluhan anak, ia mengaku awal niatnya pindah dari kampung asalnya di Kecamatan Gunung Kaler ke Rajeg untuk menghindari anak-anak tersebut. Namun karena dilokasi yang berbeda masih didatangi juga, akhirnya hasrat perilaku seksual menyimpangnya pun kembali muncul.

"Waktu itu sebenarnya saya lari dari kampung saya mau menghindar, tapi karena anak-anak ke saya ada kedekatan, jadi hasrat saya timbul kembali," bebernya.

Selain itu, ia juga mengaku belum mengetahui sebab gubuk yang didirikannya di Gunung Kaler dibakar oleh warga yang membuat ia harus pindah tempat ke Rajeg.

"Saya enggak tahu masalahnya belum jelas, waktu itu belum ada yang tahu," imbuhnya.

Ditanya awak media apakah pelaku juga melakukan tindakan serupa kepada siswa disalah satu sekolah dasar (SD) di Rajeg dimana ia pernah mengajar sebagai guru honorer, ia mengaku tidak pernah melakukannya.

"Ya enggak, sekarang sudah non aktif (sebagai guru honorer)," tukasnya.(DBI/RGI)

SPORT
Bukan Tuan Rumah, 3 Venue di Kota Tangerang Dipakai PORPROV VII Banten 2026

Bukan Tuan Rumah, 3 Venue di Kota Tangerang Dipakai PORPROV VII Banten 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 | 19:47

Tiga sarana olahraga milik Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang resmi ditunjuk sebagai lokasi pertandingan untuk tiga cabang olahraga (cabor) dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) VII Banten 2026.

KOTA TANGERANG
Pria di Benda Tangerang Nekat Curi Honda PCX Demi Kebutuhan Hidup

Pria di Benda Tangerang Nekat Curi Honda PCX Demi Kebutuhan Hidup

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:13

Seorang pria berinisial EM diciduk polisi lantaran nekat mencuri sepeda motor Honda PCX milik warga di kawasan Belendung, Kecamatan Benda, Kota Tangerang.

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

AYO! TANGERANG CERDAS
Kampus Baru BINUS ASO di BSD, Mahasiswa Kembangkan Robot AI dan Tangan Prostetik

Kampus Baru BINUS ASO di BSD, Mahasiswa Kembangkan Robot AI dan Tangan Prostetik

Senin, 19 Oktober 2026 | 18:28

BINUS ASO School of Engineering resmi membuka kampus baru di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) D-HUB BSD, Kabupaten Tangerang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill