Connect With Us

Asiknya Bermain & Belajar di Pinggir Sungai Cisadane Teluknaga

Mohamad Romli | Rabu, 28 Februari 2018 | 20:00

Terlihat beberapa anak-anak usia belia yang tengah asyik membaca di basecamp Komunitas Remaja Tabur Mangrove(RTM) di Desa Tanjung Burung, Teluknaga, Kabupaten Tangerang. (@TangerangNews / Mohamad Romli)

TANGERANGNEWS.com-Suasana sunyi dan tentram serta hembusan angin sepoi-sepoi menyertai beberapa anak-anak usia belia yang tengah asyik membaca. 

Pandangan mata mereka tertuju pada rangkaian huruf demi huruf yang tercetak diatas lembaran buku.

Ada juga beberapa anak yang cuma membuka lembaran demi lembaran buku itu hanya untuk melihat beragam foto dan gambar.

Suara senda gurau mereka sesekali terdengar bersamaan hilir mudik perahu nelayan di sungai Cisadane.

Demikian pemadangan aktivitas anak-anak di base camp Komunitas Remaja Tabur Mangrove(RTM) di Desa Tanjung Burung, Teluknaga, Kabupaten Tangerang. Diatas bangunan terbuat dari kayu dan bambu yang berlokasi dipinggir muara sungai Cisadane itu, anak-anak setempat bermain dan belajar.

Ruang tersebut hadir beberapa bulan yang lalu. Saat itu, kelompok remaja setempat beserta Kelompok Stacia Hijau, Universitas Muhamadiyah Jakarta (UMJ) berinisiatif untuk memanfaatkan lahan tersebut menjadi tempat bermain dan belajar.

Aktivitas membaca dan belajar telah ada di desa yang terletak di muara Cisadane itu semenjak berdirinya Taman Baca Inovator (TBI) Thomas Alfa Edison Tangerang. Gerakan literasi yang digawangi komunitas TBI Jakarta.

"Taman baca buka setiap hari. Namun jika cuaca panas, anak-anak kami arahkan membaca disini," ungkap Ghofur, pengelola taman baca tersebut kepada TangerangNews.com, Rabu (28/2/2018).

Dituturkannya, kehadiran taman baca  sangat membantu meningkatkan minat baca anak-anak, terutama mengisi waktu senggang usai jam sekolah.

"Kami memfasilitasi anak-anak agar memanfaatkan waktu bermainnya untuk belajar, sehingga waktu mereka tidak terbuang sia-sia," tambah Gofur.

Tak hanya membaca, komunitas yang juga aktif dalam upaya pelestarian lingkungan wilayah pesisir setempat itu, juga membekali anak-anak dengan beragam keterampilan tangan dan permainan, yaitu memanfaatkan barang-barang bekas menjadi produk yang bisa digunakan kembali.

"Misalnya membuat gantungan kunci, tempat pinsil, dan sebagainya," imbuhnya, dan juga bermain tepuk tepuk,  games bersama anak anak taman baca, agar mereka lebih semangat lagi," imbuhnya.

Selain membaca ditempat, komunitas remaja ini juga mulai rutin menghelat kegiatan gelaran buku di kampung desa setempat setiap akhir pekan, yakni pada  hari Jumat sampai Minggu. Mereka berkeliling kampung untuk mengajak anak-anak gemar membaca atau di sebut pagelaran buku.

"Saat ini sudah ditiga kampung, kampung Cirumpak, Bebulak dan Beting," kata Gofur lagi.

Mereka berharap, melalui serangkaian kegiatan tersebut, minat baca anak-anak terus meningkat sehingga terbangun budaya literasi sejak dini bagi anak-anak pesisir tersebut.

"Semoga inisiatif ini terus berkembang dan semakin banyak anak-anak yang familiar dengan buku," tukasnya.(DBI/RGI)

HIBURAN
Hotel Santika BSD Angkat Kuliner Pesisir Jawa ke Meja Restoran, Ada Mangut Ikan Kakap Kaya Rempah

Hotel Santika BSD Angkat Kuliner Pesisir Jawa ke Meja Restoran, Ada Mangut Ikan Kakap Kaya Rempah

Selasa, 2 Juni 2026 | 11:08

Di tengah menjamurnya menu modern, Hotel Santika Premiere ICE BSD City menghadirkan kuliner tradisional Mangut Ikan Kakap sebagai menu spesial yang terinspirasi dari masakan khas pesisir Jawa Tengah dan Yogyakarta.

MANCANEGARA
Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Senin, 11 Mei 2026 | 08:11

Kasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill