Connect With Us

Tronton Terguling, Jalan Raya Serang Cikupa Macet Parah

Maya Sahurina | Kamis, 25 Oktober 2018 | 09:40

Jalan Raya Serang Km 15,5, Cikupa, Kabupaten Tangerang, Kamis (25/10/2018) terjadi kecelakaan Sebuah tronton terguling sehingga membuat arus lalu lintas menjadi macet. (TangerangNews.com/2018 / Maya Sahurina)

 

TANGERANGNEWS.com-Sebuah tronton terguling di Jalan Raya Serang Km 15,5, Cikupa, Kabupaten Tangerang, Kamis (25/10/2018) pagi.

Kecelakaan tunggal itu terjadi di ruas jalan dari Balaraja arah Cikupa di dekat pertigaan Colombus, lokasi yang menjadi salah satu titik rawan kemacetan di Jalan Raya Serang.

Akibat kecelakaan itu pun, kemacetan lalu lintas arah Cikupa mengular hingga beberapa kilometer, karena akses jalan terhalangi tronton itu, sehingga arus lalu lintas tersendat.

Kanit Laka Lantas Polresta Tangerang Iptu Kresna Ajie Perkasa  saat dikonfirmasi TangerangNews.com mengatakan, terbaliknya tronton nopol B-9519-ST yang dikendarai Abdul Azis itu terjadi sekitar pukul 04.50 WIB.

"Sopirnya mengantuk, sehingga saat jalan sedikit berbelok, mobil oleng dan menabrak barier jalan, akhirnya terguling," ujarnya.

Lanjutnya, saat ini sedang dilakukan evakuasi terhadap truk naas tersebut. Sementara, tidak ada korban jiwa akibat kecelakaan lalu lintas itu.

"Sedang kami derek, sebentar lagi juga lalin (lalu lintas) normal kembali," tutupnya.(RMI/HRU)

TEKNO
Siklus 4 Tahun Bitcoin Berakhir? Tiga Analisis Teknikal Ini Beri Gambaran

Siklus 4 Tahun Bitcoin Berakhir? Tiga Analisis Teknikal Ini Beri Gambaran

Kamis, 2 Juli 2026 | 13:28

Pergerakan harga Bitcoin kembali menjadi perhatian setelah sejumlah analis menemukan sinyal teknikal yang dinilai cukup menjanjikan.

HIBURAN
3 Festival Ini Digelar di Kota Tangerang Sepanjang Juli 2026

3 Festival Ini Digelar di Kota Tangerang Sepanjang Juli 2026

Jumat, 3 Juli 2026 | 16:36

Bulan Juli 2026, Kota Tangerang akan diramaikan dengan tiga event akbar yakni Festival Cisadane, Festival Kali Sabi, dan Halal Fest 2.

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill