Penumpang Kapal Selundupkan Revolver Rakitan dari Lampung ke Merak, Polisi Buru Pemasok Utama
Sabtu, 28 Maret 2026 | 19:53
Kepolisian Daerah (Polda) Banten mengungkap upaya penyelundupan senjata api (senpi) rakitan jenis revolver di Pelabuhan Merak.
TANEGRANGNEWS.com-Warga di Kabupaten Tangerang masih mengeluhkan lamanya waktu untuk mencetak KTP elektronik (KTP-el). Bahkan, hingga saat ini, masih ada warga yang menggunakan resi atau bukti perekaman KTP-el sebagai identitas kependudukannya.
"Saya ngurus KTP elektronik sejak bulan April 2017, dan sampe sekarang belum jadi," ungkap Sri, warga Cisoka kepada TangerangNews, Senin (28/1/2019).
Terkait keluhan warga tersebut, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tangerang Syarifudin mengakui bahwa masih banyak warga yang belum terlayani pencetakan KTP elektroniknya. Alasannya, kata dia, karena blanko KTP tersebut masih terbatas.
Kekurangan blanko itu, lanjutnya, terjadi sejak beberapa tahun lalu hingga saat ini.
"Dari pihak desa dan kelurahan pun sering menanyakan terkait stok blanko KTP elektronik ini, ya memang stoknya terbatas," ucapnya menjawab pertanyaan wartawan, Senin (28/1/2019).
Dijelaskannya, setiap minggu, pihaknya mengajukan permintaan blanko ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), namun jumlah yang dikirim tidak memenuhi kuota yang dibutuhkan.
"Kita hanya mendapatkan sesuai kuota, dimana kuota setiap minggu 4 ribu. Sementara kita butuh 1 minggu 10 ribu, karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan," bebernya.
Ia juga mengatakan, bahwa untuk tahun 2019, Pemkab Tangerang mengajukan 100 ribu blanko ke Kemendagri. Namun dari jumlah tersebut, realisasinya bertahap.
"Sebenarnya 2019 ini pak Bupati sudah mengajukan blangko kurang lebih 100 ribu, tapi realisasi bertahap. Dan ya itu seminggu hanya 4 ribu. Mereka (Kemendgari) mengirimkan sesuai jumlah KTP masyarakat yang sudah siap cetak, karena mereka punya data yang sudah melakukan perekaman," tutupnya.(MRI/RGI)
Kepolisian Daerah (Polda) Banten mengungkap upaya penyelundupan senjata api (senpi) rakitan jenis revolver di Pelabuhan Merak.
TODAY TAGPemerintah memastikan rencana kegiatan belajar mengajar secara online atau daring bagi siswa sekolah yang sempat diwacanakan mulai April 2026 resmi dibatalkan.
Pemerintah menetapkan peringatan Jumat Agung dan Paskah sebagai libur nasional pada April 2026. Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026,
Pemerintah resmi mulai memberlakukan aturan baru terkait pembatasan penggunaan media sosial bagi anak-anak mulai Sabtu, 28 Maret 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews