Connect With Us

Duh! Warga Tangerang Masih Ngeluh Soal KTP Elektronik

Maya Sahurina | Senin, 28 Januari 2019 | 17:00

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tangerang memusnakah belasan ribu Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) di Puspemkab Tangerang. (@TangerangNews / Maya Sahurina)

TANEGRANGNEWS.com-Warga di Kabupaten Tangerang masih mengeluhkan lamanya waktu untuk mencetak KTP elektronik (KTP-el). Bahkan, hingga saat ini, masih ada warga yang menggunakan resi atau bukti perekaman KTP-el sebagai identitas kependudukannya.

"Saya ngurus KTP elektronik sejak bulan April 2017, dan sampe sekarang belum jadi," ungkap Sri, warga Cisoka kepada TangerangNews, Senin (28/1/2019).

Terkait keluhan warga tersebut, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tangerang Syarifudin mengakui bahwa masih banyak warga yang belum terlayani pencetakan KTP elektroniknya. Alasannya, kata dia, karena blanko KTP tersebut masih terbatas.

Kekurangan blanko itu, lanjutnya, terjadi sejak beberapa tahun lalu hingga saat ini.

"Dari pihak desa dan kelurahan pun sering menanyakan terkait stok blanko KTP elektronik ini, ya memang stoknya terbatas," ucapnya menjawab pertanyaan wartawan, Senin (28/1/2019).

Dijelaskannya, setiap minggu, pihaknya mengajukan permintaan blanko ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), namun jumlah yang dikirim tidak memenuhi kuota yang dibutuhkan.

"Kita hanya mendapatkan sesuai kuota, dimana kuota setiap minggu 4 ribu. Sementara kita butuh 1 minggu 10 ribu, karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan," bebernya.

Ia juga mengatakan, bahwa untuk tahun 2019, Pemkab Tangerang mengajukan 100 ribu blanko ke Kemendagri. Namun dari jumlah tersebut, realisasinya bertahap.

"Sebenarnya 2019 ini pak Bupati sudah mengajukan blangko kurang lebih 100 ribu, tapi  realisasi bertahap. Dan ya itu seminggu hanya 4 ribu. Mereka (Kemendgari) mengirimkan sesuai jumlah KTP masyarakat yang sudah siap cetak, karena mereka punya data yang sudah melakukan perekaman," tutupnya.(MRI/RGI)

KAB. TANGERANG
Dianggap Mampu, Kemensos Nonaktifkan 95.000 PBI BPJS Kesehatan di Kabupaten Tangerang

Dianggap Mampu, Kemensos Nonaktifkan 95.000 PBI BPJS Kesehatan di Kabupaten Tangerang

Kamis, 12 Februari 2026 | 19:48

Kementerian Sosial menonaktifkan sebanyak 95.000 peserta BPJS Kesehatan program Penerima Bantuan Iuran (PBI) di Kabupaten Tangerang.

BISNIS
JHL Group Tegaskan Standar Kinerja dan Daya Saing Lewat JHL Award 2026

JHL Group Tegaskan Standar Kinerja dan Daya Saing Lewat JHL Award 2026

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:49

Di tengah dinamika industri hospitality, F&B, otomotif, hingga pengembangan bisnis yang semakin kompetitif, JHL Group menegaskan standar kinerja baru melalui gelaran JHL Award 2026.

TANGSEL
Dituntut 12 Tahun, Eks Kadis LH Tangsel Cuma Divonis 7 Tahun Penjara Kasus Korupsi Sampah

Dituntut 12 Tahun, Eks Kadis LH Tangsel Cuma Divonis 7 Tahun Penjara Kasus Korupsi Sampah

Kamis, 12 Februari 2026 | 22:14

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Serang akhirnya menjatuhkan vonis terhadap komplotan pelaku korupsi proyek pengangkutan dan pengelolaan sampah di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tahun anggaran 2024-2025.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill