Connect With Us

2 Penyelenggara Pemilu di Tigaraksa Diduga Pengurus Parpol

Maya Sahurina | Senin, 4 Februari 2019 | 20:13

Ilustrasi pemilu 2019. (Istimewa / Istimewa)

 

TANGERANGNEWS.com-Komite Independen Pengawas Pemilu (KIPP) Kabupaten Tangerang kembali menemukan dugaan adanya pengurus partai politik menjadi petugas penyelenggara Pemilu 2019.

Temuan itu, kata Ahmad Suhud, Ketua KIPP Kabupaten Tangerang berdasarkan laporan masyarakat yang didapatkan lembaganya.

"Diduga, ada dua Panitia Pemungutan Suara atau (PPS) Desa Tapos, Kecamatan Tigaraksa tercatat sebagai pengurus partai politik," ungkap Suhud kepada TangerangNews, Senin (4/1/2019).

Kedua PPS itu, lanjutnya, berdasarkan data yang dimiliki lembaganya adalah YG dan JH, keduanya tercatat sebagai bendahara dan wakil bendahara di Pimpinan Partai Golkar Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Sementara jabatan keduanya di PPS Desa Tapos masing-masing JH sebagai ketua dan YG sebagai anggota.

Atas temuan tersebut, lanjut Suhud, proses demokrasi prosedural pun telah tercederai. Karena, kata dia, telah melanggar UU No.7 tahun 2017 tentang Pemilu. 

"Kami juga sangat menyayangkan hal ini bisa sampai terjadi. Jika benar yang bersangkutan pengurus parpol, maka KPU Kabupaten Tangerang telah kecolongan dengan melantik nama-nama yang diajukan oleh PPK kecamatan Tigaraksa," keluhnya.

Kemudian Suhud meminta berdasarkan temuan itu, KPU Kabupaten Tangerang untuk mengevaluasi kinerja Panitia Pemilu Kecamatan Tigaraksa (PPK) yang dinilainya tidak cermat pada saat proses seleksi atau rekrutmen PPS Desa Tapos tersebut.

"Kami juga meminta kepada Bawaslu Kabupaten Tangerang untuk mengevaluasi kinerja Panwaslu Kecamatan Tigaraksa yang dianggap lemah dalam menjalankan Tupoksinya sebagai pengawasan, sehingga ada penyelenggara pemilu diwilayah Kecamatan Tigaraksa yang diduga pengurus parpol namun tidak mengetahuinya," tukas Suhud.(RMI/HRU)

MANCANEGARA
Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Senin, 11 Mei 2026 | 08:11

Kasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.

BISNIS
Dampak Rupiah Melemah, Industri Minuman Kemasan Tertekan Biaya Produksi dan Daya Beli

Dampak Rupiah Melemah, Industri Minuman Kemasan Tertekan Biaya Produksi dan Daya Beli

Jumat, 5 Juni 2026 | 23:57

Industri makanan dan minuman nasional, khususnya sektor minuman kemasan, terus menunjukkan resiliensinya sebagai salah satu tulang punggung manufaktur di Indonesia.

AYO! TANGERANG CERDAS
PIN SPMB Kota Tangerang Belum Masuk WhatsApp? Orang Tua Diminta Cek Data Pendaftaran 

PIN SPMB Kota Tangerang Belum Masuk WhatsApp? Orang Tua Diminta Cek Data Pendaftaran 

Jumat, 5 Juni 2026 | 13:45

Sejumlah orang tua dan calon peserta didik di Kota Tangerang masih mengeluhkan PIN Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang belum diterima melalui WhatsApp.

TEKNO
Waspada! Ada 263 Ribu Link Penjualan Online Kosmetik Ilegal Beredar di Indonesia

Waspada! Ada 263 Ribu Link Penjualan Online Kosmetik Ilegal Beredar di Indonesia

Jumat, 5 Juni 2026 | 18:50

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia (RI), Taruna Ikrar mengungkapkan ada sebanyak 263.000 link penjualan kosmetik ilegal yang telah beredar di seluruh wilayah Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill