Connect With Us

Puluhan Ribu Warga Banten Deklarasi Damai Tolak Perpecahan

Maya Sahurina | Minggu, 23 Juni 2019 | 13:49

Warga Banten melakukan deklarasi untuk kuat selalu dan merajut persatuan serta menghindari perpecahan, di alun-alun Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Minggu (23/6/2019). (@TangerangNews / Maya Sahurina)

TANGERANGNEWS.com-Puluhan ribu warga Banten bertekad kuat selalu merajut persatuan serta menghindari perpecahan. Hal itu dinyatakan dalam deklarasi damai yang dihelat saat kegiatan Milenial Road Safety Festival di Alun-alun Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Minggu (23/6/2019).

Deklarasi yang dibacakan oleh perwakilan warga dari berbagai suku dan keyakinan agama itu serentak ditirukan oleh peserta.

Kapolda Banten, Irjen Pol Tomsi Tohir dalam sambutannya mengatakan, ada dua hal besar yang dihadapi bangsa Indonesia. Selain soal kurangnya budaya tertib berlalu lintas, Tomsi juga menyebut hal lain, yaitu terkikisnya semangat persatuan dan kesatuan bangsa, sebagai dampak yang kuat dari dinamika politik Pemilu 2019.

"Untuk itu kita gelorakan persatuan dan kesatuan," ucap Kapolda.

Deklarasi damai tersebut berisi tiga hal, diantaranya terus merajut persatuan dan kesatuan bangsa dalam kebhinekaan demi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), menolak segala tindakan yang dapat menimbulkan segala kekerasan, kerusuhan dan perpecahan, serta mendukung program pemerintah dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat.(RAZ/RGI)

KAB. TANGERANG
Belum Punya Alat Rekam Jantung, Kemenkes Bakal Salurkan ke 44 Puskesmas Tangerang

Belum Punya Alat Rekam Jantung, Kemenkes Bakal Salurkan ke 44 Puskesmas Tangerang

Jumat, 6 Februari 2026 | 21:12

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI) berencana memberikan bantuan berupa Elektrokardiogram (EKG), sebuah alat yang merekam aktivitas jantung guna mendeteksi gangguan kardiovaskular.

OPINI
Zonasi Prostitusi dan Ilusi Pendapatan Daerah

Zonasi Prostitusi dan Ilusi Pendapatan Daerah

Jumat, 6 Februari 2026 | 22:24

Alih-alih memberantas prostitusi dan peredaran miras, negara justru berposisi sebagai pengatur lokasi dan tata kelolanya. Maksiat tidak dihapus, hanya dipindahkan dan dilegalkan secara administratif.

SPORT
Jelang Laga Lawan China, Coach Timnas U-17: Musuh Lebih Diunggulkan

Jelang Laga Lawan China, Coach Timnas U-17: Musuh Lebih Diunggulkan

Jumat, 6 Februari 2026 | 16:06

Pelatih Kepala Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-17 Nova Arianto menyebut bahwa skuad musuh berada di posisi yang lebih diunggulkan pada laga yang akan digelar di Indomie Arena Tangerang.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill