Pemkot Tangsel Salurkan Hampir 1 Juta Liter Air ke Warga Terdampak Kekeringan
Sabtu, 12 September 2026 | 17:08
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menggencarkan langkah antisipasi dan penanganan darurat bencana di wilayahnya.
TANGERANGNEWS.com-Salah satu halte angkutan umum di Jalan Raya Pemerintah Daerah, Kampung Matagara, Desa Matagara, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang terlihat kumuh dan tidak terawat.
Berdasarkan pantauan TangerangNews di lokasi, kondisi dinding halte banyak sekali coretan dari cat semprot. Lantai halte tersebut pun sudah retak serta dipenuhi oleh tanah dan debu.
Salah satu warga Desa Matagara Heni mengeluhkan kondisi halte yang nampak kumuh dan tak terurus. Pemandangan tak layak tersebut menjadi hal biasa saat dirinya dan pengguna jalan saat melintas.
"Halte tersebut sangat kumuh, banyak coretan, listriknya enggak ada dan atapnya pun terdapat banyak rumput liar," kata Heni.
Menurutnya kondisi halte tersebut sudah dibiarkan selama hampir 8 tahun. Tidak ada perhatian dari pemerintah daerah untuk melakukan perawatan terhadap halte itu.
BACA JUGA:
lanjut Henny, perawatan ini merupakan kewenangan pemerintah daerah, mengingat berada di jalan daerah.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang Bambang Mardi mengaku belum ada alokasi anggaran di tahun sebelumnya untuk perawatan halte.
"Iya di tahun sebelum-sebelumnya belum adanya penganggaran, tetapi untuk tahun 2020 akan teranggarkan perawatannya," kata Bambang.
Bambang melanjutkan untuk perbaikan halte tersebut akan diselesaikan di tahun mendatang.
"Mengingat di Kabupaten Tangerang, ada 6 halte di Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL), semuanya akan ada perawatan tahun depan," pungkasnya.(RAZ/RGI)
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menggencarkan langkah antisipasi dan penanganan darurat bencana di wilayahnya.
TODAY TAGPertumbuhan ekosistem digital yang semakin besar sering kali menciptakan tantangan baru, terutama dalam menjaga konektivitas, interaksi, dan peluang kolaborasi antarperusahaan agar berjalan beriringan.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews