Connect With Us

Gerakan Pemuda Tangerang Harus Berbasis Integritas & Intelektualitas

Maya Sahurina | Sabtu, 21 Desember 2019 | 20:42

Generasi Milenial Tangerang Raya (GEMITRA) menggelar kegiatan seminar di gedung Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tangerang, Sabtu (21/12/19). (Istimewa / Istimewa)

 

 

TANGERANGNEWS.com-Peran pemuda di Kabupaten Tangerang selalu dinantikan oleh masyarakat untuk mewarnai pembangunan yang tengah berlangsung. Namun, kiprah tersebut harus dilandasi semangat dan pondasi kepribadian yang kuat.

Hal itu mengemuka dalam kegiatan yang dihelat Generasi Milenial Tangerang Raya (GEMITRA) di gedung Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tangerang, Sabtu (21/12/19). 

Hadir dalam acara bertajuk Mimbar Pemuda "Menentukan Arah Gerak Pemuda dalam Mewujudkan Kabupaten Tangerang yang Semakin Gemilang untuk Banten Berakhlakul Karimah" itu, Dewan Pengurus Pusat AMPI Basnar Chaniago.

Generasi Milenial Tangerang Raya (GEMITRA) menggelar kegiatan seminar di gedung Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tangerang, Sabtu (21/12/19).

Basnar menekan dua hal yang harus menjadi pondasi gerakan kepemudaan, yakni integritas dan intelektualitas.

Kata dia, berbicara tentang pergerakan pemuda, integritas adalah hal pertama, disusul intelektualitas. 

"Jadi kalau kita bicara integritas, ya harus intelektual, baru ada pergerakan pemuda", kata Basnar

Baca Juga :

Menurutnya, integritas merupakan sikap dengan karakter kuat (independen). Sikap ini penting dimiliki seorang pemuda agar dalam gerakannya tidak hanya menjadi seorang pembeo bagi pemangku kekuasaan (pemerintah).

"Integritas bisa kita contoh dari para senior (yang telah membuktikannya)," imbuhnya.

Narasumber lainnya, Ketua Perkumpulan Gerakan Kebangsaan Bagus M Rijal, pemuda Kabupaten Tangerang harus mengambil peran aktif menyikapi berbagai persoalan. Ia menyebut salah satunya yaitu pengangguran sebagai dampak dari urbanisasi.

Senada, Bagus juga menekankan aspek integritas sebagai pondasi membangun gerakan kepemudaan.

"Ada tiga poin, yang pertama, integritas, kedua wawasan, ketiga jaringan. Tiga hal ini yang harus dimiliki oleh pemuda," katanya.

Ditambahkan Ali Hanafiah, Ketua DPD KNPI Banten kubu Abdul Aziz, seorang pemuda harus punya keberanian untuk merubah mental dan pola pikir di tengah tantangan perkembangan zaman.

"Jadi anak muda jangan hanya berpangku tangan. Kita kawal terus pembangunan yang dilakukan pemerintah. Kita harap ke depan pemuda Tangerang berani berteriak untuk kemajuan," tegasnya.

Sementara Slamet Munajat, Ketua Gemitra mengatakan, acara diskusi demikian sangat penting untuk membangun wacana kritis pemuda. Sikap pemuda yang kritis juga, kata dia, bagian dari peran membangun Kabupaten Tangerang.

"Jiwa militansi seorang pemuda harus terus dipupuk dan ditingkatkan. Regenerasi pun harus terus dilakukan," katanya.(RMI/HRU)

KOTA TANGERANG
Pengedar Etomidate Diringkus Polisi saat Mau Transaksi di Pinggir Jalan Karang Tengah, 30 Cartridge Disita

Pengedar Etomidate Diringkus Polisi saat Mau Transaksi di Pinggir Jalan Karang Tengah, 30 Cartridge Disita

Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:03

Tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menggagalkan dugaan peredaran puluhan cartridge berisi zat obat bius keras berjenis etomidate.

HIBURAN
Batik Indra Loka Hadirkan 30 Koleksi Busana Modern di Pendopo Alam Sutera

Batik Indra Loka Hadirkan 30 Koleksi Busana Modern di Pendopo Alam Sutera

Senin, 12 Oktober 2026 | 14:52

Batik Indra Loka memperkenalkan 30 koleksi busana siap pakai (ready-to-wear) melalui Saun Tara Collection Premiere di Pendopo, Living World Alam Sutera, Tangerang.

BISNIS
Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:33

Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill