Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan
Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TANGERANGNEWS.com-Hujan yang mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Tangerang, Jumat (24/1/2020) sejak pagi membuat ruas jalan Kutabumi, Kelurahan kutabumi, Pasar Kemis tergenang banjir.
Banjir sekitar 20 centimeter itu menggenangi ruas jalan di sekitar pasar Kutabumi.
Dampaknya, kendaraan yang melintas di lokasi pun tersendat. Tak sedikit kendaraan roda dua pun mogok, bahkan ada yang memilih berputar arah.
Pantauan TangerangNews di lokasi sekitar pukul 17.00 WIB, air masih menggenangi ruas jalan.
Banjir tersebutkan kerap dikeluhkan warga, salah satunya Rika, warga yang sering melintas di lokasi.
“Kalau hujan deras, jalan di sini memang langganan banjir. Sampai sekarang belum ada solusi,” ungkap Rika, kepada TangerangNews di lokasi.
Selain berdampak pada kemacetan, lanjutnya, banjir juga kerap membuat mogok kendaraan roda dua.
“Kalau terus dibiarkan, kan sangat merugikan masyarakat,” keluhnya.
Ia berharap, pemerintah setempat segera mengatasi persoalan banjir di lokasi tersebut.
“Jangan terus dibiarkan lah, harus segera diatasi,” tegasnya.
Banjir di lokasi tersebut diduga karena saluran air (drainase) yang tidak berfungsi dengan baik, sehingga air tumpah ke ruas jalan.(RMI/HRU)
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TODAY TAGRencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.
Komisi VIII DPR RI bersama Pemerintah resmi menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1448 H/2027 M.
Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang melakukan pengambilan sampel Sungai Cimanceuri yang tercemar di tiga lokasi di sekitar Kawasan Industri Milenium.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews