Tes Pegawai Kopdes Merah Putih Dikeluhkan Peserta, BKN Sebut Banyak yang Panik
Minggu, 10 Mei 2026 | 14:28
Seleksi calon pegawai Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) menemui sejumlah kendala di lapangan.
TANGERANGNEWS.com–Pencarian hari kedua terhadap seorang bocah, Airlangga, 10, yang tenggelam di Kali Cisadane, Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang kembali dilanjutkan tim SAR gabungan, Minggu (19/7/2020).
Puluhan personil SAR gabungan yang terdiri dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta, Kepolisian, TNI, PMI, masyarakat setempat hingga keluarga korban, dikerahkan guna memaksimalkan pencarian pada hari ini.
"Kami akan optimalkan pencarian pada hari ini dengan mengerahkan seluruh unsur SAR gabungan dengan alat yang ada di lapangan. Kita butuh doa serta dukungannya agar korban segera ditemukan,” ujar Hendra Sudirman, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta selaku SAR Mission Coordinator (SMC) dalam operasi SAR.
Baca Juga :
Dia menambahkan, pada pagi ini tim SAR gabungan akan melakukan pencarian dengan membagi area menjadi dua.
Tim pertama menggunakan perahu karet menyisir sungai hingga sejauh tiga kilometer dari lokasi kejadian.
Lalu, tim kedua melakukan pengamatan secara visual melalui jalur darat dengan jarak dua kilometer dari lokasi kejadian.
Sebelumnya diketahui Airlangga, dikabarkan tenggelam pada sabtu (18/7) sekitar pukul 14.00 WIB di Kali Cisadane tepatnya di Desa Lebak Wangi, Sepatan Timur.
Korban bersama teman-temannya pada saat itu sedang berenang kemudian tiba-tiba korban terseret arus dan tenggelam.
Sempat dilakukan pencarian oleh warga setempat namun korban tidak kunjung ditemukan hingga akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada pihak yang berwajib. (RAZ/RAC)
TODAY TAGSeleksi calon pegawai Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) menemui sejumlah kendala di lapangan.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengklaim siswa dari keluarga kurang mampu memiliki peluang lebih besar untuk masuk sekolah yang diinginkan melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews