Serpong Jaya Luncurkan 3 Cluster Baru, Tawarkan Hunian Modern Mulai Rp700 Jutaan
Jumat, 8 Mei 2026 | 14:54
Kebutuhan hunian nyaman dan terintegrasi di kawasan penyangga Jakarta terus meningkat seiring perkembangan kehidupan urban.
TANGERANGNEWS.com-Dua korban yang tenggelam di Sungai Cidurian, Kabupaten Tangerang, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal, Senin 6 September 2021.
Korban yang teridentifikasi berinisial JB, 35, ditemukan pada radius 2,5 Km dari lokasi kejadian pukul 14.25 WIB dan langsung dievakuasi menuju rumah duka.
Sedangkan korban berinisial S, 30, sudah lebih dulu ditemukan tim SAR gabungan pagi tadi pada radius 1,5 Km.
"Korban terakhir dari dua warga yang tenggelam sudah kita temukan siang ini, saya mewakili pemerintah mengucapkan turut berbela sungkawa atas kejadian ini," ungkap Hendra Sudirman,
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta selaku SAR Mission Coordinator (SMC) dalam operasi SAR.
Baca Juga :
Ia mengucapkan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh personel tim SAR gabungan yang telah secara maksimal melakukan pencarian hingga kedua korban ditemukan.
Sejak pagi tadi personel SAR gabungan melakukan pencarian terhadap korban dengan membagi area pencarian menjadi dua tim.
Tim pertama melakukan pencarian dengan menggunakan perahu karet menyusuri aliran sungai Cidurian hingga radius 3 Km.
"Sedangkan tim kedua melakukan pencarian dengan pengamatan secara visual melalui jalur darat hingga 2 Km dari lokasi kejadian," jelasnya.
Diketahui, dua korban tenggelam, yakni JB dan S pada hari Minggu 5 September 2021 sekitar pukul 14.00 WIB di Sungai Cidurian, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang.
Kedua korban tenggelam akibat lari dari kejaran petugas yang sedang melakukan penggerebekan judi sabung ayam di daerah tersebut.
Kedua korban menceburkan dirinya ke dalam aliran Sungai Cidurian kemudian berenang untuk menyeberangi daerah tersebut hingga akhirnya tenggelam.
TODAY TAGKebutuhan hunian nyaman dan terintegrasi di kawasan penyangga Jakarta terus meningkat seiring perkembangan kehidupan urban.
Memulai bisnis tanpa legalitas yang jelas bisa menjadi hambatan besar di masa depan. Banyak pelaku usaha akhirnya kesulitan saat ingin bekerja sama dengan perusahaan besar atau mengikuti tender.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan mengevaluasi sejumlah jurusan di sekolah menengah kejuruan (SMK) yang dinilai sudah tidak lagi sebanding dengan kebutuhan dunia kerja.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews