Connect With Us

SDN di Pakuhaji Tangerang Gagal PTM Gegara Disegel Warga

Rangga Agung Zuliansyah | Selasa, 26 Oktober 2021 | 16:08

Ilustrasi Disegel. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kiarapayung di Kampung Kayu Item, Desa Kiarapayung, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, tersandung kasus sengketa lahan.

Padahal sekolah tersebut baru menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, Senin 25 Oktober 2021. Namun di hari pertama PTM, warga yang mengaku ahli waris lahan langsung menyegel sekolah tersebut.

Berdasarkan keterangan ahli waris, Muhidin, pihaknya telah mengajukan gugatan atas kepemilikan tanah yang dibangun sekolah tersebut pada 2019. Lalu, pengadilan memutuskan memenangkan gugatan ahli waris pada pada 9 Juni 2020.

"Lahan yang menjadi sengketa itu seluas kurang lebih 3.000 meter yang dipakai sekolah," kata Muhidin, seperti dilansir dari Republika, Selasa 26 Oktober 2021.

Dirinya mengaku terpaksa menyegel sekolah karena Pemerintah Kabupaten Tangerang tidak juga memberikan ganti dana hak atas tanah yang telah dipakai untuk sekolah ke ahli waris, setelah adanya keputusan pengadilan.

Selain itu, Muhidin juga sudah melakukan upaya pendekatan ke Pemkab Tangerang. Bahkan sudah berkomunikasi dengan Sekda Kabupaten Tangerang Maesyal Rasyid, yang berjanji akan membayar ganti rugi lahan itu dengan anggaran belanja tahunnan (ABT) 2021.

“Tapi, nyatanya sampai saat ini tidak ada upaya itu," katanya.

Karena itu, dia menuntut Pemkab Tangerang segera membayar ganti rugi terkait pemakaian lahan untuk sekolah yang sudah beridri selama 45 tahun itu.

“Selama sekolah ini berdiri tidak pernah ada koordinasi dengan ahli waris," katanya.

Namun penyegelan sekolah sepihak oleh ahli waris itu diprotes orang tua siswa SDN Kiarapayung. Malarina, orang tua satu siswa mengalu kekecewa karena sekolah disegel pada hari pertama pelaksanaan PTM.

"Apalagi ini kan dibuka setelah ada pelonggaran, belajar tertunda. Saat mau mulai PTM kenapa begini," katanya.

Ia berharap pemerintah kabupaten segera menuntaskan masalah sengketa tanah tersebut agar kegiatan belajar mengajar di sekolah bisa segera dilaksanakan kembali. "Bingung saya sebagai orang tua murid. Saya harap pemerintah segera menyelesaikan masalah ini," tukasnya.

BANTEN
Sukses Jalankan Program Desa Berdaya, PLN UID Banten Borong Dua Penghargaan Platinum La Tofi 2026 

Sukses Jalankan Program Desa Berdaya, PLN UID Banten Borong Dua Penghargaan Platinum La Tofi 2026 

Sabtu, 1 Agustus 2026 | 07:04

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten kembali menorehkan prestasi dengan meraih dua predikat Platinum Alignment pada ajang La Tofi 2026.

TANGSEL
Perempuan di Pondok Aren Ditangkap Buang Mayat Bayi Hasil Hubungan Gelap dengan Pacar

Perempuan di Pondok Aren Ditangkap Buang Mayat Bayi Hasil Hubungan Gelap dengan Pacar

Kamis, 30 Juli 2026 | 21:08

Kepolisian menindaklanjuti laporan masyarakat terkait penemuan sesosok mayat bayi perempuan di teras Klinik Amalia, Pondok Kacang Timur, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

BISNIS
Atap Mal Ciputra Tangerang Dipasang 1.260 Panel Surya, Pangkas Kebutuhan Listrik Hingga 23 Persen

Atap Mal Ciputra Tangerang Dipasang 1.260 Panel Surya, Pangkas Kebutuhan Listrik Hingga 23 Persen

Jumat, 31 Juli 2026 | 16:34

Ciputra Group melakukan langkah besar dalam transisi energi hijau dengan mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di salah satu pusat perbelanjaan unggulannya, Mall Ciputra Tangerang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill