Camat Jatiuwung Ajak 6 Perusahaan Bedah 4 Rumah Warga Senilai Rp 200 Juta
Jumat, 9 Oktober 2026 | 21:12
Percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
TANGERANGNEWS.com - Keberhasilan pembangunan dan penanganan kawasan kumuh di Desa Ketapang, Kecamatan Mauk, khususnya di kawasan Ketapang Aquaculture, Kabupaten Tangerang, Banten dipuji Direktur Perumahan dan Permukiman Bappenas Tri Dewi Virgianti.
Pujian tersebut disampaikan Tri Dewi ketika melakukan kunjungan lapangan yang dilanjutkan dengan tebar benih ikan nila serta dialog dan diskusi publik tentang penanganan kawasan kumuh di Desa Ketapang, Mauk, Kamis 31 Maret 2022. “Program penataan Ketapang ini diapresiasi oleh menteri dan para pimpinan di jajaran kementerian,” kata Tri Dewi.
Dia berharap program kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah yang berkelanjutan itu bisa direplikasi di daerah lain karena keberhasilannya dapat dilihat dan dirasakan dampaknya secara langsung.
"Alhamdulillah, saya berkesempatan bisa datang langsung ke Ketapang dan bisa melihat langsung keberhasilan dari Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam penataan kawasan pesisirnya," tutur Tri Dewi.
Menurutnya, keberhasilan program penataan dan penanganan di Desa Ketapang merupakan hal yang ditunggu-tunggu karena di tempat-tempat lain banyak yang mengalami kegagalan tetapi di Kabupaten Tangerang, program yang berkelanjutan tersebut berhasil dan tampak nyata manfaatnya.
"Banyak daerah-daerah yang menata kawasan kumuh dan pesisir tetapi untuk permukiman perumahannya lupa mereka pikirkan, akan tetapi di Kabupaten Tangerang ini semua terintegrasi,” ungkapnya.
Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar yang menerima langsung kedatangan Direktur Bappenas mengatakan program penataan dan penanganan kawasan pesisir merupakan kolaborasi dari berbagai pihak termasuk dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemerintah provinsi.
“Pelaksanaannya juga secara kolaborasi pendanaannya, baik yang bersumber dari APBN, APBD, dan provinsi bahkan dari CSR,” kata Zaki.
Zaki menjelaskan, kawasan Desa Ketapang dulunya adalah kawasan yang kumuh dan tidak terawat, sehingga akhirnya Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama Pemerintah Provinsi Banten dan juga dan juga Kementerian PUPR membuat Ketapang Aquaculture dan hasilnya bisa dilihat saat ini.
Ia mengharapkan Ketapang Aquaculture tersebut bisa diterapkan dan direplikasi di daerah-daerah lain sesuai dengan keinginan dan harapan dari kementerian. “Dan program tersebut juga akan dijadikan contoh untuk program penataan dan penanganan kawasan pesisir di daerah Kabupaten Tangerang yang lainnya,” lanjut Zaki.
Zaki menambahkan, Ketapang Aquaculture ini pada Agustus akhir atau awal September mendatang akan menjadi tujuan visitasi dari City Sanitation Summit (CSS) ke-20 yang kebetulan Kabupaten Tangerang menjadi tuan rumahnya. “Dan setelah itu di bulan Oktobernya kita akan menjadi tuan rumah event internasional PEMSEA dengan mengundang 12 negara," jelasnya.
Percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
TODAY TAGAkses menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, kini semakin praktis. Perum DAMRI secara resmi mengoperasikan rute pemadu moda baru yang menghubungkan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Kota Tangerang langsung ke Tanjung Lesung
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Tiga sarana olahraga milik Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang resmi ditunjuk sebagai lokasi pertandingan untuk tiga cabang olahraga (cabor) dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) VII Banten 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews