Connect With Us

Dulu Kumuh, Kampung Pisang di Neglasari Didorong Jadi Kampung Tematik

Achmad Irfan Fauzi | Rabu, 29 Januari 2020 | 15:01

Suasana di kampung Pisang di Kelurahan Karang Sari, Neglasari, Kota Tangerang. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com—Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang kian gencar mendorong 104 kelurahan untuk membentuk kampung-kampung tematik, dengan memberikan kesadaran kepada warga tentang kepedulian terhadap lingkungan.

Seperti di Kelurahan Karang Sari, Neglasari, Kota Tangerang. Pihak kelurahan tengah mengembangkan pembangunan infrastruktur maupun pemberdayaan masyarakat di Kampung Pisang, yang sebelumnya kumuh sedang menjadi kampung tematik.

Kampung Pisang di Desa Sukatani berlokus di RW 10 dan 14 Kelurahan Karang Sari. Wilayah ini dimukim 800 penduduk.

Namun, 500 penduduk diantaranya merupakan keluarga penerima manfaat (KPM) atau masih hidup dengan penghasilan rendah.

Nasik Syaiful, Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Kelurahan Karang Sari menjelaskan, tingkat pendidikan dan perekonomian di Kampung Pisang sebelumnya sangat tertinggal. Padahal, kampung ini berdekatan dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Secara fisik, rumah-rumah di Kampung Pisang notabene tak layak huni. Bahkan program bedah rumah kerap menyasar di kampung ini. Begitu pula program jambanisasi, drainase, hingga jalan lingkungan.

"Tapi itu dulu (tertinggal). Sekarang seiring kemajuan kota, kawasan ini sudah mulai berkembang. Kekumuhan sudah mulai hilang, karena pembangunan fisik seperti drainase, jalan lingkungan, bedah rumah hampir selesai dilakukan," ujar pria yang akrab disapa Ambon ini kepada TangerangNews, Rabu (29/1/2020).

Desa ini disebut Kampung Pisang karena dahulu sekitar tahun 1970 para warga berkebun pisang. Tetapi kini, kebun-kebun pisang itu hanya tinggal cerita.

Perkembangan tempat tinggal penduduk yang memakan lahan warga menjadi pemicu hilangnya perkebunan pisang.

Tetapi cerita itu diabadikan dalam sejumlah pohon pisang yang saat ini tertanam di area pekarangan ketika memasuki kawasan Kampung Pisang.

Dia mengatakan, warga Kampung Pisang saat ini telah sadar bila desanya cukup tertinggal. Karena itu, mereka sudah mulai melek akan pentingnya pendidikan dalam kehidupan.

"Jadi, di sini ada Paud Flamboyan yang masuk tujuh negara. Keberadaan Paud ini mengubah kesadaran masyarakat tentang pendidikan," ucapnya.

Ia juga menyebut sosialisasi-sosialisasi tentang ragam ilmu pengetahuan seperti ilmu hukum, ekonomi, koperasi, pendidikan, hingga kesehatan dimasifkan pihak kelurahan untuk mendorong pemberdayaan masyarakat.

"Karena pada sadar akan pendidikan, anak-anak di sini mulai banyak yang sekolah sampai SMA dan kuliah," imbuhnya.

Warga juga kian peduli terhadap lingkungannya. Mereka didorong pihak kelurahan untuk membentuk lingkungannya menjadi kampung tematik termasuk menerapkan perilaku pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

"Mural-mural sudah mulai dipersolek. Itu warga sendiri yang swadaya. Tapi kami tetap support," tuturnya.

Tetapi, pembangunan di desa ini belum selesai. Berbagai pembangunan untuk menunjang kampung tematik di Kampung Pisang sedang dilakukan agar elok dipandang.

"Kami berupaya membangun taman selfie, jogging track, pojok baca, hingga pemberdayaan kelompok wanita tani," katanya.

Sehingga, ia berharap kampung ini menjadi salah satu destinasi wisata yang diminati wisatawan lokal maupun mancanegara untuk berwisata. (RAZ/RAC)

WISATA
Festival Cisadane 2027 Bidik Target 10 Besar Karisma Event Nusantara

Festival Cisadane 2027 Bidik Target 10 Besar Karisma Event Nusantara

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:46

Penyelenggaraan Festival Cisadane 2026 Kota Tangerang resmi berakhir dengan antusiasme masyarakat yang meriah.

NASIONAL
Siapkan Generasi Melek Transisi Energi, PLN Latih 250 Siswa SMA Kuasai Energi Terbarukan

Siapkan Generasi Melek Transisi Energi, PLN Latih 250 Siswa SMA Kuasai Energi Terbarukan

Selasa, 4 Agustus 2026 | 11:19

PT PLN (Persero) bersama Institut Teknologi PLN (IT PLN) menggelar pelatihan energi terbarukan bagi siswa sekolah menengah atas (SMA) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk "Rekayasa Teknologi untuk Energi Terbarukan

KAB. TANGERANG
Lagi Cari Rumput, Warga Dikejutkan Buaya Tengah Bertelur di Bantaran Sungai Cimanceuri

Lagi Cari Rumput, Warga Dikejutkan Buaya Tengah Bertelur di Bantaran Sungai Cimanceuri

Rabu, 5 Agustus 2026 | 00:02

Warga Desa Budimulya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, dihebohkan dengan penemuan seekor buaya yang sedang bertelur dekat pemukiman, pada Selasa 4 Agustus 2026.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill