Kemasan Milo dan Kopi Isi 3,4 Kg Bahan Baku Ineks Cair Diselundupkan 2 WN Cina di Bandara Soetta
Rabu, 15 Juli 2026 | 17:46
Petugas Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta menggagalkan upaya penyelundupan narkotika yang dilakukan jaringan internasional.
TANGERANGNEWS.com—Sekitar 916 mahasiswa Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS) mengikuti Kuliah Kerja Kemasyarakatan (K3) di Kota Tangerang. Sebanyak 10 kelompok akan ditempatkan di Kecamatan Benda dan Neglasari.
Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat UNIS Yudi Muhtadi mengatakan mahasiswa peserta K3 di Kota Tangerang akan berpartisipasi dalam penguatan program kampung tematik. Upaya ini sejalan dengan program yang dijalankan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang.
"Terdapat dua program yang dijalankan meliputi fisik dan non fisik," ujarnya di kampus Unis, Selasa (6/8/2019).
Lanjutnya, program yang dijalankan meliputi pelatihan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, sosialisasi hidup bersih dan sehat, serta penguatan terkait masalah sosial seperti narkoba dan lainnya.
Baca Juga :
"Pada prinsipnya pelaksanaan K3 di Kota Tangerang penguatan kampung tematik," katanya.
Sekretaris Bappeda Sugiharto Ahmad Bagja menyambut baik kedatangan mahasiswa Unis ke masyarakat dalam program K3.
Menurutnya kehadiran mahasiswa ini dapat berpartisipasi dalam pembangunan, salah satunya melalui program Kampung tematik.
"Ilmu yang didapat di bangku kuliah dapat diimplementasikan secara langsung kepada masyarakat," pungkasnya.(RMI/HRU)
Petugas Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta menggagalkan upaya penyelundupan narkotika yang dilakukan jaringan internasional.
TODAY TAGPelaku usaha mikro kecil dan menengah menengah (UMKM) yang hendak berjualan atau memamerkan produknya, dapat membuka stan tanpa biaya sewa di event Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXIII Provinsi Banten tahun 2026.
Langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) yang mengalokasikan anggaran untuk menyewa kendaraan dinas pada tahun 2026 dinilai sebagai langkah strategis dalam efisiensi fiskal yang pragmatis.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews