Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals
Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:15
Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.
TANGERANGNEWS.com—Rombongan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengunjungi kampung-kampung tematik di Kota Tangerang, Jumat (23/8/2019).
Kunjungan itu dalam rangka melihat langsung kondisi warga, terutama soal bergotong royong. Rombongan mengunjungi empat tampung tematik yang dibangun atas kesadaran warga.
Kunjungan diawali ke Kampung Anggur, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang. Kemudian rombongan plesiran di kampung-kampung tematik yang ada di Kecamatan Karawaci, yaitu Kampung Talas, Kampung Pingli, dan Kampung Markisa.

Setelah plesiran, Direktur Sosialisasi Komunikasi dan Jaringan BPIP Aris Heru Utomo menyebut, kampung-kampung tematik di Kota Tangerang berhasil menumbuhkan semangat gotong royong warga.
"Kampung-kampung tematik merupakan semangat mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila yaitu nilai gotong royong," ujar Aris di Kampung Markisa.
Aris menuturkan, hampir seluruh warga di kampung-kampung tematik mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila. Salah satunya nilai gotong royong, karena kampung tematik dibangun atas semangat warga yang peduli terhadap sesama di lingkungannya.
Setelah berhasil dibangun secara gotong royong, warga di kampung-kampung tematik menggeliatkan usaha kecil menengah (UKM) yang kemudian menciptakan keadilan sosial.
"Kampung tematik dibangun memang inisiatif dari Pemkot. Tetapi ketika pelaksanaan di lapangan, warga yang gotong royong dengan dana sendiri, membersihkan kampung, menata kampung, itu kan penerapan nilai-nilai gotong royong," ucap Aris.

Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin menuturkan, Pemerintah Kota Tangerang memiliki program Kampung Kita untuk mendorong warga membangun kampung tematik.
"Program kami langsung menukik ke lingkungan. Seluruh dinas membantu masyarakat untuk menghidupkan lingkungannya," katanya.
Menurutnya, kampung tematik dibangun untuk memenuhi kebutuhan warga karena manfaatnya sangat dirasakan, yaitu menciptakan persatuan dan kesatuan.
"Ternyata, kampung tematik ini membangkitkan semangat, meningkatkan persatuan dan kesatuan, menciptakan bahwa sebuah pemikiran masyarakat adalah kebutuhan," imbuh Sachrudin.
Camat Karawaci Tihar Sopian menambahkan, 15 kelurahan yang ada di Kecamatan Karawaci masing-masing memiliki kampung tematik.
Menurutnya, kampung-kampung tersebut awalnya terbilang kumuh dan menjijikan. Ketika sudah menjadi kampung tematik, kampung kumuh tersebut menjadi tujuan destinasi wisatawan.
Bahkan, kata Tihar, Kampung Markisa berhasil mengukir prestasi yaitu menjadi kampung ke-7 nasional dalam nominasi Pesona Indonesia dari Kementerian Pariwisata.
"Tentu ini semua hasil dari budaya gotong royong warga," pungkasnya.(MRI/RGI)
Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.
TODAY TAGBencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berdampak langsung pada sektor penerbangan.
Ada yang patut kita renungkan dari program 108 polisi yang ditugaskan menjadi “Bapak Asuh” bagi pelajar di Kota Tangerang. Sekilas, program ini terdengar menenangkan.
Tiga sarana olahraga milik Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang resmi ditunjuk sebagai lokasi pertandingan untuk tiga cabang olahraga (cabor) dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) VII Banten 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews