Festival Cisadane 2027 Bidik Target 10 Besar Karisma Event Nusantara
Selasa, 28 Juli 2026 | 16:46
Penyelenggaraan Festival Cisadane 2026 Kota Tangerang resmi berakhir dengan antusiasme masyarakat yang meriah.
TANGERANGNEWS.com—Rombongan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengunjungi kampung-kampung tematik di Kota Tangerang, Jumat (23/8/2019).
Kunjungan itu dalam rangka melihat langsung kondisi warga, terutama soal bergotong royong. Rombongan mengunjungi empat tampung tematik yang dibangun atas kesadaran warga.
Kunjungan diawali ke Kampung Anggur, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang. Kemudian rombongan plesiran di kampung-kampung tematik yang ada di Kecamatan Karawaci, yaitu Kampung Talas, Kampung Pingli, dan Kampung Markisa.

Setelah plesiran, Direktur Sosialisasi Komunikasi dan Jaringan BPIP Aris Heru Utomo menyebut, kampung-kampung tematik di Kota Tangerang berhasil menumbuhkan semangat gotong royong warga.
"Kampung-kampung tematik merupakan semangat mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila yaitu nilai gotong royong," ujar Aris di Kampung Markisa.
Aris menuturkan, hampir seluruh warga di kampung-kampung tematik mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila. Salah satunya nilai gotong royong, karena kampung tematik dibangun atas semangat warga yang peduli terhadap sesama di lingkungannya.
Setelah berhasil dibangun secara gotong royong, warga di kampung-kampung tematik menggeliatkan usaha kecil menengah (UKM) yang kemudian menciptakan keadilan sosial.
"Kampung tematik dibangun memang inisiatif dari Pemkot. Tetapi ketika pelaksanaan di lapangan, warga yang gotong royong dengan dana sendiri, membersihkan kampung, menata kampung, itu kan penerapan nilai-nilai gotong royong," ucap Aris.

Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin menuturkan, Pemerintah Kota Tangerang memiliki program Kampung Kita untuk mendorong warga membangun kampung tematik.
"Program kami langsung menukik ke lingkungan. Seluruh dinas membantu masyarakat untuk menghidupkan lingkungannya," katanya.
Menurutnya, kampung tematik dibangun untuk memenuhi kebutuhan warga karena manfaatnya sangat dirasakan, yaitu menciptakan persatuan dan kesatuan.
"Ternyata, kampung tematik ini membangkitkan semangat, meningkatkan persatuan dan kesatuan, menciptakan bahwa sebuah pemikiran masyarakat adalah kebutuhan," imbuh Sachrudin.
Camat Karawaci Tihar Sopian menambahkan, 15 kelurahan yang ada di Kecamatan Karawaci masing-masing memiliki kampung tematik.
Menurutnya, kampung-kampung tersebut awalnya terbilang kumuh dan menjijikan. Ketika sudah menjadi kampung tematik, kampung kumuh tersebut menjadi tujuan destinasi wisatawan.
Bahkan, kata Tihar, Kampung Markisa berhasil mengukir prestasi yaitu menjadi kampung ke-7 nasional dalam nominasi Pesona Indonesia dari Kementerian Pariwisata.
"Tentu ini semua hasil dari budaya gotong royong warga," pungkasnya.(MRI/RGI)
Penyelenggaraan Festival Cisadane 2026 Kota Tangerang resmi berakhir dengan antusiasme masyarakat yang meriah.
TODAY TAGPerkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence /AI) kerap dianggap sebagai ancaman hilangnya lapangan pekerjaan.
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) dan pergeseran pola konsumsi informasi ke media sosial (medsos) menjadi tantangan berat bagi industri media digital global maupun nasional.
Pameran otomotif terbesar di Indonesia, GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, kembali hadir di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Kabupaten Tangerang, pada 30 Juli hingga 9 Agustus 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews