Connect With Us

2 Remaja Tabrak Trotoar Akibat Jumping Motor di Citra Raya Tangerang, 1 Tewas

Achmad Irfan Fauzi | Selasa, 14 Juni 2022 | 10:35

Dua korban aksi jumping motor di Citra Raya, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Selasa 14 Juni 2022. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)

TANGERANGNEWS.com-Kecelakaan maut terjadi di Jalan Boulevard Bundaran 5 Citra Raya, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Selasa 14 Juni 2022 pukul 07.17 WIB.

Kecelakaan tunggal tersebut dialami dua remaja laki-laki berinisial HR, 13, dan NQ, 14. Adapun HR tewas di tempat akibat kecelakaan itu. Sedangkan NQ mengalami luka berat dan tak sadarkan diri.

"Dalam kejadian tersebut korban mengalami luka akibat terjatuh dari motor dan langsung dibawa ke rumah sakit Ciputra Hospital dengan keluarga," ujar Kapolsek Panongan Iptu Syamsul Bahri.

Peristiwa ini berawal saat korban yang berboncengan bersama temannya tersebut, melintas dari arah bundaran 5 depan Mall Ciputra mengarah ke Pospol Citra Raya. Saat itu, korban mengendarai sepeda motor bernopol A-3874-VDX melakukan aksi jumping.

"Melakukan standing motor, yang kemudian oleng dan menghantam trotoar dan bahu jalan, yang mengakibatkan korban tidak sadarkan diri," jelasnya.

Dalam foto yang diterima, kedua korban tampak mengalami pendarahan di bagian kepalanya. Adapun berdasarkan informasi yang dihimpun, HR meninggal. Sedangkan NQ luka berat.

TOKOH
Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:53

Slamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.

TEKNO
Siklus 4 Tahun Bitcoin Berakhir? Tiga Analisis Teknikal Ini Beri Gambaran

Siklus 4 Tahun Bitcoin Berakhir? Tiga Analisis Teknikal Ini Beri Gambaran

Kamis, 2 Juli 2026 | 13:28

Pergerakan harga Bitcoin kembali menjadi perhatian setelah sejumlah analis menemukan sinyal teknikal yang dinilai cukup menjanjikan.

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill