Menaker Tegaskan AI Bukan Penyebab Utama PHK
Selasa, 28 Juli 2026 | 20:15
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence /AI) kerap dianggap sebagai ancaman hilangnya lapangan pekerjaan.
TANGERANGNEWS.com-Sejumlah kelompok wanita tani (KWT) di Kabupaten Tangerang mendapatkan pelatihan pekarangan pangan lestari (P2L).
Pelatihan cara bertani di pekarangan rumah tersebut difasilitasi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang.
Kepala DPKP Kabupaten Tangerang Asep Jatnika Sutrisno mengatakan, pelatihan ini diberikan sebagai wujud dorongan ketahanan pangan dari Pemerintah Kabupaten Tangerang.
“Kami berikan pelatihan bagi delapan KWT penerima manfaat kegiatan P2L. Jadi, dalam pelatihan ini kami berikan informasi mengenai penguatan kelembagaan kelompok serta praktik budidaya sayuran,” kata Asep dikutip pada Jumat, 26 Agustus 2022.
Dalam pelatihan tersebut, penyuluh memberikan materi terkait permasalahan dan potensi bagi pengembangan P2L di Kabupaten Tangerang.
"P2L merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh kelompok masyarakat yang secara bersama-sama mengusahakan lahan pekarangan sebagai sumber pangan secara berkelanjutan," jelasnya.
Jika lahan pekarangan rumah menjadi sumber pangan secara berkelanjutan, katanya, mampu meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas, dan pemanfaatan serta pendapatan di Kabupaten Tangerang.
“Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan kelompok wanita tani dapat lebih aktif dalam meningkatkan dan mengembangkan P2L,” pungkasnya.
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence /AI) kerap dianggap sebagai ancaman hilangnya lapangan pekerjaan.
TODAY TAGMenikmati secangkir kopi hangat kini tidak hanya sekadar soal rasa, tetapi juga tentang merayakan kesetaraan.
Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta (Soetta) bersama Polresta Bandara Soetta membongkar jaringan laboratorium gelap (clandestine lab) atau industri rumahan peracikan cairan etomidate.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews