Connect With Us

KWT Dilatih Bertani di Pekarangan Rumah Tangerang

Achmad Irfan Fauzi | Jumat, 26 Agustus 2022 | 17:58

Kelompok wanita tani mengikuti pelatihan cara bertani di pekarangan rumah Kabupaten Tangerang. (Achmad Irfan Fauzi / @TangerangNews.com)

TANGERANGNEWS.com-Sejumlah kelompok wanita tani (KWT) di Kabupaten Tangerang mendapatkan pelatihan pekarangan pangan lestari (P2L).

Pelatihan cara bertani di pekarangan rumah tersebut difasilitasi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang.

Kepala DPKP Kabupaten Tangerang Asep Jatnika Sutrisno mengatakan, pelatihan ini diberikan sebagai wujud dorongan ketahanan pangan dari Pemerintah Kabupaten Tangerang.

“Kami berikan pelatihan bagi delapan KWT penerima manfaat kegiatan P2L. Jadi, dalam pelatihan ini kami berikan informasi mengenai penguatan kelembagaan kelompok serta praktik budidaya sayuran,” kata Asep dikutip pada Jumat, 26 Agustus 2022.

Dalam pelatihan tersebut, penyuluh memberikan materi terkait permasalahan dan potensi bagi pengembangan P2L di Kabupaten Tangerang.


"P2L merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh kelompok masyarakat yang secara bersama-sama mengusahakan lahan pekarangan sebagai sumber pangan secara berkelanjutan," jelasnya.

Jika lahan pekarangan rumah menjadi sumber pangan secara berkelanjutan, katanya, mampu meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas, dan pemanfaatan serta pendapatan di Kabupaten Tangerang.

“Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan kelompok wanita tani dapat lebih aktif dalam meningkatkan dan mengembangkan P2L,” pungkasnya.

TOKOH
Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Selasa, 3 Februari 2026 | 21:28

Nama Habib Bahar bin Smith kembali muncul dalam kasus perkara hukum. Ulama kontroversial ini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di wilayah Cipondoh,

OPINI
Antara Ibadah dan Konsumerisme Ramadhan yang Semakin Komersial

Antara Ibadah dan Konsumerisme Ramadhan yang Semakin Komersial

Jumat, 27 Februari 2026 | 17:02

Ramadhan secara teologis dimaknai sebagai bulan penyucian diri, penguatan ketakwaan, dan peneguhan solidaritas sosial. Puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga latihan spiritual untuk membangun empati dan keadilan sosial.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill