Connect With Us

Cegah Perundungan, 1.623 Sekolah di Kabupaten Tangerang Terapkan Sekolah Ramah Anak

Rangga Agung Zuliansyah | Jumat, 7 Oktober 2022 | 15:19

Ilustrasi stop perundungan. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kabupaten Tangerang berupaya menerapkan konsep Sekolah Ramah Anak (SRA) dari tingkat PAUD hingga SMP sebagai upaya mencegah para pelajar dari aksi perundungan atau bullying.

Untuk menerapkan program tersebut Pemkab melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Tangerang terus melakukan pembinaan Sekolah Ramah Anak (SRA).

Kepala DPPPA Kabupaten Tangerang Asep Suherman mengatakan, pembinaan ini selain dilakukan untuk mendukung terciptanya Kabupaten Tangerang Layak Anak, juga mencegah terjadi perundungan terhadap peserta didik baik di dalam maupun di luar sekolah.

Seperti pada Kamis 6 Oktober 2022 kemarin, pihaknya pun telah melakukan pembinaan terhadap 100 sekolah di Aula Gemilang Gedung DPPPA.

"Sekolah Ramah Anak bukanlah hanya membangun sekolah baru, namun bagaimana mengkondisikan sebuah sekolah menjadi nyaman bagi anak, serta memastikan sekolah memenuhi hak anak dan melindunginya. Mengingat, sekolah ini kan juga menjadi rumah kedua bagi anak-anak," ucapnya, Jumat 7 Oktober 2022.

Melalui program unggulan Bupati Tangerang yakni Gerakan Sekolah Menyenangkan, Pemkab Tangerang akan terus mempercepat implementasi Sekolah Ramah Anak di Kabupaten Tangerang.

Saat ini, Sekolah Ramah Anak ditetapkan melalui Keputusan Bupati Tangerang No 463/Kep.1730-Huk/2021, tentang Penetapan Sekolah Ramah Anak dan Pondok Pesantren Ramah Anak di Lingkungan Kabupaten Tangerang. 

Pemkab Tangerang mencatat sudah ada sebanyak 1.623 sekolah dan pondok pesantren negeri maupun swasta yang ditetapkan sebagai Sekolah Ramah Anak, dengan rincian:

a. Tingkat SD sebanyak 814 sekolah

b. Tingkat MI sebanyak 298 sekolah

c. Tingkat SMP sebanyak 186 sekolah

d. Tingkat MTS sebanyak 203 sekolah

e. Tingkat MA sebanyak 72 sekolah

f. Pondok Pesantren sebanyak 50 pondok pesentren.

"Dalam 10 hari kedepan pada bulan Oktober 2022 ini kami menargetkan sebanyak 1.000 sekolah yang kami bina, mulai dari jenjang TK sampai dengan SMP, termasuk Mi dan juga MTs," ucap Asep.

Dia berharap, melalui kegiatan ini nantinya dapat mewujudkan sekolah yang aman, bersih, sehat, hijau, inklusif dan nyaman bagi perkembangan fisik, kognisi dan psikososial pada anak-anak.

"Semoga dapat tercipta Kabupaten Tangerang Layak Anak, terlebih layak bagi anak perempuan dan anak laki-laki yang memerlukan pendidikan layanan yang berkebutuhan khusus," terang Asep.

OPINI
Cara Islam Memberantas Korupsi

Cara Islam Memberantas Korupsi

Senin, 27 Juli 2026 | 20:32

Kasus megakorupsi yang merugikan negara terus terjadi, seolah tidak memiliki solusi yang pas, walaupun telah dibentuk lembaga untuk memberantas kasus korupsi ini, yaitu KPK. Namun kasus korupsi terus berulang dengan nilai yang sangat fantastis.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

TEKNO
AI dan Medsos Picu Trafik Situs Berita Anjlok hingga 70 Persen

AI dan Medsos Picu Trafik Situs Berita Anjlok hingga 70 Persen

Selasa, 28 Juli 2026 | 19:15

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) dan pergeseran pola konsumsi informasi ke media sosial (medsos) menjadi tantangan berat bagi industri media digital global maupun nasional.

BANDARA
Bea Cukai Bandara Soetta Gerebek Lab Etomidate di Perumahan Mewah PIK, 1 WNA Singapura Ditangkap

Bea Cukai Bandara Soetta Gerebek Lab Etomidate di Perumahan Mewah PIK, 1 WNA Singapura Ditangkap

Senin, 20 Juli 2026 | 13:49

Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta (Soetta) bersama Polresta Bandara Soetta membongkar jaringan laboratorium gelap (clandestine lab) atau industri rumahan peracikan cairan etomidate.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill