Festival Cisadane 2027 Bidik Target 10 Besar Karisma Event Nusantara
Selasa, 28 Juli 2026 | 16:46
Penyelenggaraan Festival Cisadane 2026 Kota Tangerang resmi berakhir dengan antusiasme masyarakat yang meriah.
TANGERANGNEW.com-Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Universitas Yuppentek Indonesia berupaya mendorong peningkatkan kualitas pelayanan publik di Desa Pondok Kelor, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, melalui diskusi publik.
Dalam diskusi yang digelar pada Minggu 23 Oktober 2022, kemarin, diikuti oleh seluruh aparatur desa, masyarakat dan tokoh masyarakat Desa Pondok Kelor.
Khikmawanto, Pembimbing Lapangan Mahasiswa KKL Universitas Yuppentek Indonesia mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi dan pengabdian dunia kampus kepada masyarakat, khususnya di Tangerang.
Oleh karena itu, pihaknya menggelar diskusi bertajuk "Penguatan Kelembagaan Desa Melalui Pelayanan Publik Minimal Desa dan Pentingnya Kepemilikan Sertifikat Tanah".
"Perubahan adalah sebuah keniscayaan. Sebagai lembaga pendidikan, Yuppentek berkomitmen selalu berkontribusi kepada masyarakat. Ilmu harus disampaikan sehingga kesenjangan dunia konsep dan fakta semakin kecil," jelasnya.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Yuppentek Indonesia Wawanudin yang menjadi salah satu narasumber dalam diskusi itu mengatakan, untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik salah satunya harus mengubah mindset aparatur pemerintah. Hal ini sudah menjadi pekerjaan rumah sejak dulu.
"Sebagai birokrat harus diubah menjadi lebih baik. Targetnya adalah masyarakat puas dengan keberadaan pemerintah," ujarnya.
Sementara Kepala Desa Pondok Kelor Junaidi berharap melalui kegiatan ini bisa menambah pengetahuan dan kualitas perangkat Desa Pondok Kelor dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Penyelenggaraan Festival Cisadane 2026 Kota Tangerang resmi berakhir dengan antusiasme masyarakat yang meriah.
TODAY TAGKematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menegaskan pentingnya memperkuat keterkaitan (link and match) antara dunia pendidikan dan industri, guna mencetak sumber daya manusia (SDM) yang adaptif terhadap teknologi masa depan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews