Connect With Us

113 Polisi Jaga Viara di Kabupaten Tangerang saat Imlek 2023

Dimas Wisnu Saputra | Rabu, 18 Januari 2023 | 23:58

Kepala Bagian (Kabag) Ops Polresta Tangerang Kompol Kosasih. (@TangerangNews / Dimas Wisnu Saputra)

TANGERANGNEWS.com-Menjelang Tahun Baru Imlek 2574 tahun 2023, Polresta Tangerang menyiagakan sebanyak 113 personelnya di beberapa Vihara di Kabupaten Tangerang.

Kepala Bagian (Kabag) Ops Polresta Tangerang Kompol Kosasih mengatakan, ratusan personel itu nantinya akan disebar di 15 Vihara di wilayah hukum Polresta Tangerang.

"Vihara-vihara ini berada di wilayah Kecamatan Mauk, Pasar Kemis, Cikupa, Panongan dan Tigaraksa," katanya kepada wartawan. Rabu, 18 Januari 2023.

Kosasih menyebut, dalam pengamanan Imlek tahun ini, pihaknya tidak membentuk tim secara khusus.

Hanya saja, petugas akan melaksanakan pemantauan secara langsung pada kegiatan peribadatan selama perayaan tersebut.

Pihaknya juga bekerja sama dengan instansi lain guna mengamankan perayaan ibadah yang jatuh pada Minggu 22 Januari 2023 itu.

“Dari 113 personel ini, sementara hanya dari petugas kepolisian saja. Tetapi nanti pasti ada penambahan dari TNI, Satpol PP dan instansi lain,” pungkas Kosasih.

SPORT
Portugal Singkirkan Kroasia Lewat Gol Menit Akhir Ronaldo Cs, Tantang Spanyol di 16 Besar

Portugal Singkirkan Kroasia Lewat Gol Menit Akhir Ronaldo Cs, Tantang Spanyol di 16 Besar

Jumat, 3 Juli 2026 | 10:47

Portugal memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Kroasia dengan skor 2-1 pada laga babak 32 besar di Toronto Stadium, Kamis, 3 Juli 2026 WIB.

WISATA
Perahu Keramat Berusia Ratusan Tahun Dimandikan di Festival Peh Cun Tangerang

Perahu Keramat Berusia Ratusan Tahun Dimandikan di Festival Peh Cun Tangerang

Jumat, 19 Juni 2026 | 14:05

Ribuan pengunjung dari berbagai daerah memadati Klenteng Koet Goan Bio (Mpeh Peh Cun) Karawaci, Kota Tangerang. Mereka hadir untuk menyaksikan langsung kemeriahan Festival Budaya Pertjon (Peh Cun), sebuah tradisi khas warga Cina Benteng

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill