Kompetisi Marching Band Paramount Petals Wadahi Kreativitas Pelajar Tangerang
Senin, 27 Juli 2026 | 07:50
Paramount Petals menggelar kompetisi marching band untuk meramaikan akhir pekan Minggu, 26 Juli 2026 di area Pasar Modern Paramount Petals.
TANGERANGNEWS.com-Sepanjang Jalan Raya K H Sarbini di kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Kecamatan Tigaraksa, gelap gulita akibat tidak berfungsinya fasilitas penerangan jalan umum (PJU).
Kondisi tersebut ternyata kerap dimanfaatkan sejumlah muda-mudi untuk pesta miras hingga mesum.
Hal itu diungkapkan Alfinar Tambak, pemilik warung di kawasan tersebut, Kamis 2 Februari 2023. Menurutnya, sudah sekitar 10 tahun PJU di kawasan Pemkab Tangerang itu dibiarkan mati.
Ia pun kerap menemukan sekelompok muda-muda melakukan perbuatan yang melanggar norma di tengah kegelapan.
"Sering beberapa muda-mudi yang asik sedang menenggak miras, banyak juga pasangan yang sering membuat maksiat," tukasnya.
Selain itu, pengaruh miras tersebut membuat mereka melakukan aksi kriminalitas.
"Jika gelap seperti ini maka akan timbul kejahatan. Biasanya karena pengaruh alkohol dan diprovokasi temannya," kata Alfiar.
Alfiar berharap kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk mengaktifkan kembali PJU tersebut, untuk mencegah orang-orang tak bertanggung jawab melanggar aturan.
"Sudah 10 tahun lebih PJU yang berada depan warung saya ini tidak berfungsi," tungkasnya.
Paramount Petals menggelar kompetisi marching band untuk meramaikan akhir pekan Minggu, 26 Juli 2026 di area Pasar Modern Paramount Petals.
TODAY TAGKantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta (Soetta) bersama Polresta Bandara Soetta membongkar jaringan laboratorium gelap (clandestine lab) atau industri rumahan peracikan cairan etomidate.
Kabar gembira bagi masyarakat yang tengah berburu hunian layak dan terjangkau di Banten. Kawasan kota mandiri terbaru, Hunian Warisan Bangsa (HWB) Serang kini hadir untuk menjawab kebutuhan tempat tinggal para pekerja
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews