KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com-Gerombolan gangster menyerang warga di Jalan Citra Raya Utama Barat, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, pada Jumat 31 Maret 2023, dini hari. Salah satu pelaku berhasil ditangkap.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.45 WIB,. ketika itu sejumlah warga setempat tengah bersantai dan menikmati kopi.
Kemudian, datang belasan remaja dengan sepeda motor, tiba-tiba saja menyerang menggunakan petasan.
"Satu orang kita tangkap, yang lain kabur. Sekarang sudah diamankan Polsek Cikupa," ucap Cepot, salah satu warga, kepada Tangerangnews.com di lokasi.
Sementara menurut warga lainnya, Rizki mengaku khawatir dan miris atas kejadian tersebut. Apalagi pelaku gangster itu masih di bawah umur.
Saat ditangkap, pelaku sempat kena bogem mentah hingga berdarah dari warga yang merasa kesal.
"Keliatannya masih bocah. Sudah bawa celurit buat ngehajar orang tanpa sengaja. Saat tadi saya lihat dia nembakin petasan ke warga," jelas Rizky.
Rizki menyebut gerombolan gangster tersebut kurang lebih sebanyak 15 orang. Mereka berboncengan dengan sepeda motor.
"Bawa petasan ditembakin ke warga secara brutal dan bawa celurit. Semoga aja cepat tertangkap pihak Kepolisian," pungkasnya.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGPemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mengumpulkan donasi sebesar Rp1 miliar untuk korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) dari hasil penggalangan dana pada Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayahnya.
Hotel Santika Premiere ICE-BSD City menghadirkan Gulai Salmon sebagai menu baru yang memadukan karakter masakan Nusantara dengan bahan yang identik dengan kuliner Barat.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews