Cegah Kekerasan Anak, DP3AP2KB Kota Tangerang Dorong Daycare Ikut Program Tamasya
Rabu, 29 April 2026 | 19:33
Kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di daycare Umbulharjo, Yogyakarta, menjadi perhatian berbagai pihak.
TANGERANGNEWS.com-Sebanyak 28 siswa Applied Science Academy (ASA) Sekolah Pelita Harapan (SPH) Lippo Village Tangerang, menampilkan hasil penelitian yang telah mereka susun selama satu tahun.
Dari berbagai penelitian yang ditampilkan, sejumlah karya yang menjadi sorotan adalah permainan Tetris berbasis pengelihatan AI, pembangkit energi gelombang laut, ubin energi yang menghasilkan energi dari langkah kaki.
Kemudian, bak vermikompos Spikoo, mesin pemilah sampah Sortbotz, dan mesin pengisian sabun Sopar-prise.
Direktur Program Asa Dr. Eden Steven mengatakan, ASA merupakan kegiatan tahunan yang telah digelar untuk siswa kelas 10-12 SPH Lippo Village Tangerang.
Sejak lima tahun kegiatan ini diselenggarakan, ASA SPH Lippo Village telah menghasilkan 87 proyek riset dari 69 siswa.
"Siswa ASA melakukan penelitian di berbagai bidang termasuk pengembangan produk, prototipe, dan aplikasi seluler, hingga penelitian ilmu bumi dan bahan baru. Beberapa karya mereka telah dipublikasikan dalam jurnal dan konferensi internasional," katanya, Kamis 25 Mei 2023.
Pada pameran tahun ini, pihaknya akan menyajikan pengalaman baru melalui zona interaktif dengan menampilkan TennBot, robot yang melacak dan melemparkan bola tenis kepada pemain.
"Pengunjung juga dapat menguji AutoMate, sistem kamera deteksi objek untuk mobil yang membantu mengingatkan pengemudi yang tidak waspada untuk berhenti ketika ada objek di depan mobil,” tambah Dr. Eden.
Pameran ini juga akan menghadirkan siswa yang meneliti berbagai bahan dan ekstrak tumbuhan lokal untuk digunakan sebagai antidiabetes, antioksidan, dan antimikroba, serta siswa yang melakukan penelitian di bidang ilmu pangan, teknologi, dan teknik.
Menurutnya, event ASA bertujuan untuk mempersiapkan siswa untuk menjadi generasi masa depan yang dapat berpikir kritis sejak dini.
Untuk mencapai hal ini, ASA memberikan metode dan alat yang tepat bagi siswa, memberi mereka literasi ilmiah dan teknologi yang canggih untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, keterampilan komunikasi, pemikiran terbuka, dan semangat kolaboratif dari setiap siswa.
"Semua keterampilan ini akan membantu siswa untuk siap menghadapi tantangan di tingkat universitas," Papar Dr. Eden.
Selain itu, program ASA memperkuat dan mengkontekstualisasikan kurikulum di dalam kelas melalui model pembelajaran berbasis penelitian di luar jam sekolah, di mana siswa dapat mengeksplorasi dan meneliti topik yang mereka inginkan dengan mentor mereka.
"ASA adalah tempat di mana siswa dapat menerapkan apa yang mereka pelajari ke kehidupan nyata, serta menghubungkannya menjadi konsep multidisipliner dan menciptakan solusi baru yang efektif,” jelasnya.
Heesun Yoon, alumni ASA membagikan pengalamannya selama berada di akademi. Menjadi bagian dari ASA adalah pengalaman yang tak ternilai baginya, karena memungkinkan dirinya mengembangkan pengetahuan.
Pengalaman ini juga tidak mudah didapatkan oleh banyak siswa SMA lainnya, tentunya sangat membantu untuk memasuki perguruan tinggi.
"Ini semua berkat mentor yang baik, yang selalu mendukung penelitian saya dari awal hingga akhir,” ujar Yoon.
Kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di daycare Umbulharjo, Yogyakarta, menjadi perhatian berbagai pihak.
TODAY TAGPresiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.
Kantor Regional I PT Angkasa Pura Indonesia (Injourney Airports) menyatakan kesiapan penuh untuk melayani keberangkatan jemaah haji tahun 1447H/2026.
Keberuntungan luar biasa menghampiri Muhamad Rizal Ramdani, seorang petugas keamanan (sekuriti) asal Serang, Banten.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews