Connect With Us

Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Mikrobiologi Klinik UPH, Cucunawangsih Soroti Pentingnya Pengendalian Obat Berganda

Denny Bagus Irawan | Kamis, 23 Juni 2022 | 22:04

Prof. Dr. dr. Cucunawangsih, Sp. dikukuhkan sebagai Guru Besar. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Resistensi antibiotik dan organisme resisten obat berganda (organisme yang resisten terhadap berbagai jenis obat) telah menjadi ancaman bagi efektivitas pencegahan dan pengobatan terhadap berbagai penyakit infeksi. 

Penggunaan antibiotika yang tidak tepat terhadap organisme, akan mengembangkan kemampuan mekanisme kekebalan organisme terhadap antibiotik tersebut. 

Akibatnya, muncul organisme resisten obat berganda yang kebal terhadap berbagai jenis antibiotik. Hal tersebut yang menjadi fokus paparan dari orasi ilmiah Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Pelita Harapan (UPH), Prof. Dr. dr. Cucunawangsih, Sp. MK (K), saat dikukuhkan menjadi Guru Besar Bidang Ilmu Mikrobiologi Klinik pada 22 Juni 2022, berdasarkan Surat Keputusan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) tertanggal 1 April 2022. 

Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul “Tantangan Implementasi Pengendalian Organisme Resisten Obat Berganda dan Penggunaan Antibiotika di Rumah Sakit Swasta: Di manakah Kita?” Cucunawangsih menjelaskan, pemakaian antibiotika tidak tepat guna sangat umum terjadi. 

Di Indonesia sendiri terdapat kurang lebih 40-50% pembuatan resep yang tidak sesuai dengan pedoman pemakaian antibiotik serta tidak sesuai dengan hasil kultur mikrobiologis.

“Pemakaian antibiotika berlebihan dan tidak terkontrol ini memberikan konsekuensi-konsekuensi seperti, memanjangnya lama rawat di rumah sakit, munculnya toksisitas dan interaksi obat, meningkatnya infeksi clostridium difficile, angka kematian dan kesakitan; munculnya organisme “superbug” seperti klebsiella pneumoniae dan escherichia coli penghasil beta-laktamase, methicillin resistant staphylococcus aureus, carbapenemase-producing-enterobacteriaceae yang telah resisten terhadap hampir semua jenis antibiotika,” jelasnya.

Meresponi fenomena yang ada, Cucunawangsih mengungkap, implementasi pengendalian organisme resisten obat berganda dititikberatkan pada pendekatan program pengendalian berjenjang yang salah satu aspek utamanya melibatkan mikrobiologi klinik. 

Untuk itulah, peran sebagai seorang dokter spesialis mikrobiologi klinik sangat diperlukan. 

“Peran seorang dokter spesialis mikrobiologi klinik dalam penatalaksanaan penyakit infeksi di rumah sakit selain meningkatkan kemampuan laboratorium mikrobiologi klinik agar memenuhi standar, juga memberikan rekomendasi terkait penyakit infeksi melalui kerja sama yang baik dengan klinisi, membahas kasus bersama, mengadakan evaluasi rutin kepatuhan terhadap pedoman klinis serta memberikan umpan baliknya, meningkatkan keterlibatan ahli mikrobiologi klinis dalam perawatan pasien terkait diagnostik dan pengobatan pasien dengan penyakit menular, serta menyediakan data organisme resisten dan kepekaannya,” ungkap Cucunawangsih.

Cucunawangsih berharap, pemakaian antibiotik yang bijak dapat menjadi prioritas utama bagi rumah sakit, dokter, dan juga semua pihak yang terlibat dalam sektor kesehatan. Harapannya, pencegahan dan pengendalian organisme resisten terutama organisme resisten obat berganda dapat terwujud dan permasalahan yang dihadapi dapat dikurangi.

Merespons pengukuhan guru besar, Rektor UPH Jonathan L Parapak mengungkapkan, suatu kebanggaan bagi kita khususnya FK UPH yang telah dianugerahkan seorang profesor baru. 

“Berdasarkan data dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III, UPH mendapat satu kehormatan sebagai universitas swasta yang paling banyak menghasilkan profesor baru selama dua tahun terakhir ini. Saya harap, akan bertambah lagi guru-guru besar sehingga semakin membuktikan komitmen UPH dalam memajukan mutu pendidikan di Indonesia,” ungkapnya.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

WISATA
BSD Urbanatura Eco Urban Park, Taman Kota Seluas 12 Hektare dengan Aliran Sungai Cijantra

BSD Urbanatura Eco Urban Park, Taman Kota Seluas 12 Hektare dengan Aliran Sungai Cijantra

Kamis, 6 Agustus 2026 | 14:41

Sebuah taman kota multifungsi dengan bentangan jalur sungai sepanjang 1,5 kilometer yang dikelilingi lanskap tropis rimbun kini hadir di BSD City, Tangerang.

BISNIS
Atap Mal Ciputra Tangerang Dipasang 1.260 Panel Surya, Pangkas Kebutuhan Listrik Hingga 23 Persen

Atap Mal Ciputra Tangerang Dipasang 1.260 Panel Surya, Pangkas Kebutuhan Listrik Hingga 23 Persen

Jumat, 31 Juli 2026 | 16:34

Ciputra Group melakukan langkah besar dalam transisi energi hijau dengan mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di salah satu pusat perbelanjaan unggulannya, Mall Ciputra Tangerang.

HIBURAN
Yamaha Fazzio Sunset Blue Bisa Didapat Gratis, Begini Cara Ikutan Giveaway-nya

Yamaha Fazzio Sunset Blue Bisa Didapat Gratis, Begini Cara Ikutan Giveaway-nya

Sabtu, 8 Agustus 2026 | 19:30

Yamaha Indonesia menggelar giveaway berhadiah satu unit Yamaha Fazzio Special Edition Sunset Blue dalam rangka menyambut momen kembali ke sekolah.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill