Connect With Us

2 Pelaku Perdagangan Orang Modus Penyalur Pekerja Imigran Ditangkap Polisi di Kronjo Tangerang

Dimas Wisnu Saputra | Rabu, 21 Juni 2023 | 22:41

Ilustrasi Perdagangan Orang. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)

TANGERANGNEWS.com-Dua pelaku tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, ditangkap aparat Sat Reskrim Polresta Tangerang.

Pelaku berinisial S dan M melakukan aksinya dengan modus menjadi agen pemberangkatan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Kasat Reskrim Polresta Tangerang Kompol Arief Nazaruddin Yusuf mengatakan kasus itu terjadi pada tahun 2022 lalu, dengan korban berinisial K. Namun baru dilaporkan oleh pihak keluarga pada 6 Juni 2023.

Berdasarkan laporannya, korban sempat tertahan di kantor agen PMI di Qatar. Korban dijanjikan akan diberikan gaji sebesar 1.500 Riyal (Rp5,9 juta). Tapi ternyata setelah bekerja, hanya digaji sebesar 1.200 Riyal (Rp4,7 juta).

 "Korban sakit, meminta pulang, namun korban tidak memilik biaya untuk pulang ke Indonesia seusai bekerja di Qatar pada tahun 2022," kata Arief, Rabu 21 Juni 2023.

Kemudian, pelaku S menjanjikan akan bertanggung jawab untuk memulangkan K ke Indonesia. Namun, setelah ditunggu berbulan-bulan tidak ada tindak lanjut dari pelaku.

Korban baru diizinkan pulang ke Indonesia sekitar Februari 2023 dengan akomodasi ditanggung dengan biaya sendiri.  

Bahkan, ia juga ditahan di kantor agen yang berada di Qatar, pada saat menunggu kepulangan ke Indonesia tanpa diberikan kesempatan untuk berkomunikasi dengan keluarga.

Atas hal ini, petugas kepolisian menindak lanjuti dan berhasil menangkap pelaku dikediamannya wilayah Desa Kemuning, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang. 

"Pelaku berhasil kami tangkap, bersama rekannya M di kawasan Tigaraksa," tambah Arief.

Dari hasil pemeriksaan sementara, dalam proses tersebut, pelaku mendapat keuntungan Rp5 hingga Rp7 juta per korban dalam keberangkatan menuju luar negeri.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, S dan M sudah beraksi sejak tahun sejak 2021. Mereka telah memberangkatkan banyak pekerja keluar negeri dengan sasaran Negara Timur Tengah. 

"Korbannya ada banyak. Sejauh ini, ada korbannya yang masih berada di luar negeri, yakni Dubai. Sementara, ada satu lagi korbannya yang sudah mendapatkan tindak keimigrasian dengan deportasi," terang Arief. 

Permasalahan yang dihadapi oleh para korban pun beragam, mulai dari upah yang tidak sesuai, waktu kerja yang melebihi kesepakatan atau melewati jam kerja, pembatasan komunikasi hingg, tidak diberikan kebebasan untuk keluar dari rumah tempat kerja. 

Ada juga pekerja yang bermasalah lalu dikembalikan ke agen di negara tersebut, namun tidak diberikan komunikasi dengan keluarganya berbulan-bulan dan disekap.

"Banyak faktor permasalah atas tindakan ilegal yang dilakukan para pelaku. Kini keduanya masih kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut," pungkas Arief.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

BISNIS
Ide Bisnis Makanan di Kawasan Perkotaan dan Cara Menyiapkan Operasionalnya

Ide Bisnis Makanan di Kawasan Perkotaan dan Cara Menyiapkan Operasionalnya

Kamis, 1 Oktober 2026 | 20:07

Kawasan perkotaan memiliki permintaan kuliner yang tinggi karena mobilitas dan gaya hidup penghuninya yang sibuk. Misalnya, area padat seperti Tangerang membuka peluang bagi beragam konsep makanan.

KOTA TANGERANG
Netizen Keluhkan Parkir Liar Getok Harga di Kawasan Kuliner Laksa Tangerang

Netizen Keluhkan Parkir Liar Getok Harga di Kawasan Kuliner Laksa Tangerang

Jumat, 2 Oktober 2026 | 13:45

Kawasan Kuliner Laksa di Jalan Moh. Yamin, Kota Tangerang mendadak jadi sorotan publik setelah keluhan soal parkir liar viral di media sosial.

TEKNO
Kemendikdasmen Dorong Pembelajaran Berbasis AI Lewat Program Terpujilah GURU

Kemendikdasmen Dorong Pembelajaran Berbasis AI Lewat Program Terpujilah GURU

Jumat, 25 September 2026 | 21:19

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI mendorong pemanfaatan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) oleh tenaga pendidik dalam metode pembelajaran di ruang kelas lewat program Terpujilah GURU 2026

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill