Connect With Us

Bocah 8 Tahun Tewas di Tangan Ayah Tirinya di Gunung Kaler Tangerang

Dimas Wisnu Saputra | Minggu, 30 Juli 2023 | 10:17

Jenazah bocah 8 tahun yang diduga tewas akibat dianiaya ayah tirinya di Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang, Sabtu 29 Juli 2023. (@TangerangNews / Dimas Wisnu Saputra)

TANGERANGNEWS.com-Seorang bocah berusia 8 tahun tewas diduga akibat dianiaya ayah tirinya di Desa Tamiang, Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang, pada Jumat, 28 Juli 2023.

Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Polres Kota (Polresta) Tangerang Kompol Arief Nazaruddin membenarkan atas kejadian tersebut. Pihaknya telah melakukan langkah-langkah untuk mengungkap kasus itu.

"Saat diperiksa dan dilakukan identifikasi ditemukan luka di bagian leher korban, MIP. Dan sudah kita amankan tersangka, NH,21," ucap Arief di RSUD Balaraja kepada wartawan . Sabtu, 29 Juli 2023.

Arief menyebut, ada dugaan penganiayaan yang mengakibatkan meninggalnya korban. Kemudian, pihaknya sedang mencari kesesuaian antara petunjuk dan keterangan saksi-saksi.

"Kita berupaya untuk menyatukan informasi menjadi fakta. Pastinya kita akan memberikan keadilan khusus kepada keluarga almarhum," pungkasnya.

BANTEN
Gunung Anak Krakatau Status Siaga Level III, Masyarakat Dilarang Mendekat dalam Radius 3 Km

Gunung Anak Krakatau Status Siaga Level III, Masyarakat Dilarang Mendekat dalam Radius 3 Km

Sabtu, 4 Juli 2026 | 21:39

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan tingkat aktivitas Gunung Api Anak Krakatau yang berlokasi di perairan Selat Sunda, di antara Pulau Jawa dan Sumatra, dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

NASIONAL
Jaga Daya Beli Masyarakat, Pemerintah Putuskan Tarif Listrik PLN Tidak Naik hingga September 2026

Jaga Daya Beli Masyarakat, Pemerintah Putuskan Tarif Listrik PLN Tidak Naik hingga September 2026

Jumat, 3 Juli 2026 | 21:48

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan tarif listrik PT PLN (Persero) untuk periode Juli hingga September 2026 tetap berlaku tanpa kenaikan.

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill