Connect With Us

Update Banjir Perumahan Grand Harmoni II Balaraja, Ketinggian Masih 1,5 Meter

Rangga Agung Zuliansyah | Selasa, 30 April 2024 | 17:29

Banjir di Perumahan Grand Harmoni 2 Balaraja, Kabupaten Tangerang, Senin 29 April 2024. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Banjir masih merendam Kompleks Perumahan Grand Harmoni II Balaraja, Desa Bunar, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, Selasa 30 April 2024.

Kepala Bidang (Kabid) Pemadaman dan Penyelamatan BPBD Kabupaten Tangerang Agun Guntara menjelaskan banjir di RT 12/05 perumahan tersebut, sampai dengan pukul 14.00 WIB masing setinggi 20 sampai 150 sentimeter.

"Kita sudah terjunkan batuan berupa tiga unit perahu karet dari Pos Balaraja, 1 unit PMI, 1 unit dari Desa Bunar, 1 unit tenda pleton. Untuk logistik juga sudah sudah disalurkan," ujarnya.

Diketahui, banjir di perumahan bersubsidi tersebut terjadi sejak Minggu 28 April 2024, malam. Hujan deras ditambah ditambah jebolnya tanggul Kali Ciamanceuri mengakibatkan air meluap ke pemukiman warga.

Adapun jumlah warga yang terdampak banjir sekitar 129 kepala keluarga (KK) atau sekitar 542 jiwa. Sebagian besar warga langsung mengungsi dan mengevakuasi barang berharga mereka.

"Penyebab banjir ini adalah karena adanya tanggul yang jebol dan juga curah hujan cukup tinggi, sehingga air meluap ke permukiman," kata Pj Bupati Tangerang Andi Ony meninjau lokasi banjir, Senin 29 April 2024.

BANDARA
Penutupan Bandara Soekarno-Hatta Dampak Abu Vulkanik Diperpanjang hingga 17.30 WIB

Penutupan Bandara Soekarno-Hatta Dampak Abu Vulkanik Diperpanjang hingga 17.30 WIB

Minggu, 6 September 2026 | 15:31

AirNav Indonesia kembali memperbarui informasi aeronautika terkait kondisi Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Kota Tangerang seiring perkembangan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, Banten.

OPINI
Sandera Dana Desa Demi Bebas Asap

Sandera Dana Desa Demi Bebas Asap

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:31

Kebakaran hutan dan lahan merupakan tantangan tata kelola yang berulang setiap siklus musim kemarau di Indonesia. Keterlambatan respons mesin birokrasi pemerintah daerah maupun pusat tidak sekadar berakar pada persoalan anomali cuaca.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill