Connect With Us

Kisruh SPMB, Sejumlah Ortu Siswa Ngamuk di SMAN 5 Kabupaten Tangerang

Yanto | Kamis, 10 Juli 2025 | 18:00

Sejumlah orang tua siswa mengamuk terkait terkait pelaksanaan SPMB di SMA Negeri 5 Kabupaten Tangerang, Kamis 10 Juli 2025. (@TangerangNews / Yanto)

TANGERANGNEWS.com-Warga RW 06, Kelurahan Salembaran, Kecamatan Kosambi, melakukan aksi protes terhadap sistem seleksi penerimaan murid baru (SPMB) 2025 di SMA Negeri 5 Kabupaten Tangerang, Kamis 10 Juli 2025.

Aksi ini dilakukan karena para orang tua murid yang tidak di sekitar sekolah merasa kecewa lantaran anaknya sekita tidak lolos SPMB.

Dari pantauan TangerangNews di lokasi, salah satu calon wali murid emosi hingga menggebrak meja, usai melakukan pertemuan mediasi antara pihak sekolah.

Salah satu warga, Devi Ferdiansyah, 42, mengatakan bahwa aksi tersebut sebagai bentuk aspirasi dan ekspresi kekecewaan atas proses SPMB di wilayahnya.

Ia mengaku bingung karena nilai akademik anak-anak tidak buruk, sehingga semestinya tetap bisa diakomodir untuk masuk sekolah.

“Dalam sistem aturan yang diterapkan sekarang kami tidak diterima untuk bersekolah di SMAN 05. Ini bentuk aspirasi kita dan kekecewaan saya sebagai warga sini, apalagi jarak rumah dengan sekolah hanya 100 meter,” ujar Devi Ferdiansyah.

Devi juga menyoroti minimnya sosialisasi terkait perubahan sistem SPMB. Selain itu, mereka juga menyayangkan tidak adanya kebijakan afirmatif untuk masyarakat sekitar sekolah.

“Iya sama sekali tidak ada yang diterima oleh SMAN %. Yang mengajukan 19 orang dan hanya diterima 7 orang dan anak kami nilainya juga tidak jelek-jelek banget, rata-ratanya 85," ungkapnya .

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 05 Kabupaten Tangerang Krisma Dermaki mengatakan tidak ada kecurangan dalam proses SPMB. Semua dilakukan sesuai dengan petunjuk teknis (juknis).

“Proses seleksi SPMB sesuai juknis dan diatur dengan sistem, bukan kami yang menentukan,” tegasnya.

Menurutnya SPMB tahun ini sesuai aturan sudah berubah. Seharusnya, orang tua lebih proaktif mencai informasi.

Pihak sekolah hanya menjalankan apa yang telah menjadi aturan oleh Dinas Pendidikan dan Gubernur Banten.

“Jadi sistem yang berlaku tahun ini memang berbeda dari sistem tahun-tahun kemarin. Jalur zonasi yang berganti jalur domisili yang menekankan nilai Tes Potensi Akademik (TPA), bukan lagi diambil jarak rumah,” pungkasnya.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

WISATA
Tembus Top 125 Event Nasional, Festival Cisadane 2026 Siap Digelar Lebih Megah dan Ramah Lingkungan

Tembus Top 125 Event Nasional, Festival Cisadane 2026 Siap Digelar Lebih Megah dan Ramah Lingkungan

Jumat, 10 Juli 2026 | 14:40

Kota Tangerang bersiap menyambut salah satu perhelatan budaya terbesar tahun ini. Festival Cisadane 2026 resmi akan berlangsung selama lima hari penuh, mulai 22 hingga 26 Juli 2026, dengan berpusat di Jembatan Kaca Berendeng.

OPINI
Menanti Keadilan Pendidikan untuk Madrasah Aliyah di Banten

Menanti Keadilan Pendidikan untuk Madrasah Aliyah di Banten

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:58

Masuknya MA swasta ke dalam Program Sekolah Gratis sejatinya merupakan langkah yang sudah semestinya dilakukan. Madrasah Aliyah merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional yang memiliki kontribusi besar dalam mencetak generasi berilmu

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill