Connect With Us

Kemenkes Suntik Insentif Rp50 Juta Puskesmas di Kabupaten Tangerang untuk Temukan Kasus Kusta

Rangga Agung Zuliansyah | Kamis, 14 Agustus 2025 | 21:02

Kunjungan Kemenkes di Pemkab Tangerang dalam rangka program eliminasi penyakit kusta di Gedung Serba Guna Desa Kadu, Kecamatan Curug, Kamis 14 Agustus 2025. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan memberikan memberikan insentif khusus kepada Puskesmas di Kabupaten Tangerang yang berhasil menemukan kasus penyakit kusta terbanyak. Jumlahnya mulai dari Rp15 juta hingga Rp50 juta.

Adapun insentif tersebut merupakan dukungan Kemenkes kepada pemerintah daerah yang berhasil dalam upaya mengeliminasi penyakit kusta.

Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono, menyampaikan penyakit kusta harus dieliminasi secara total di Indonesia.

Dari hasil pertemuan nasional sebelumnya, Kabupaten Tangerang ditetapkan sebagai salah satu dari enam daerah percontohan eliminasi kusta di Indonesia.

“Target kita, 111 kabupaten/kota di Indonesia bebas kusta pada tahun 2030. Kuncinya harus ada komitmen bersama, regulasi daerah, penemuan kasus baru, pengobatan kontak erat, dan penghapusan stigma di masyarakat,” jelasnya di Gedung Serba Guna Desa Kadu, Kecamatan Curug, Kamis 14 Agustus 2025.

Pihaknya juga mengapresiasi langkah Kabupaten Tangerang yang sudah memiliki regulasi daerah untuk program eliminasi kusta serta mencanangkan tiga zero yaitu Zero Kasus Baru, Zero Disabilitas, dan Zero Diskriminasi. 

Sebagai bentuk dukungan, Kemenkes memberikan insentif khusus kepada Puskesmas yang berhasil menemukan kasus kusta terbanyak. "Rp50 juta untuk peringkat pertama, Rp25 juta untuk kedua, dan Rp15 juta untuk ketiga," kata Dante.

Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wamenkes. Ia menegaskan komitmen Pemkab Tangerang dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya dalam hal penanganan dan penanggulangan penyakit kusta.

Kabupaten Tangerang memiliki 29 kecamatan, 246 desa, dan 28 kelurahan, dengan jumlah penduduk lebih dari 3,4 juta jiwa. Dari data yang ada, terdapat 143 kasus kusta yang tersebar di seluruh kecamatan.

"Kami siap menjalankan program pencegahan dan penanggulangan sesuai arahan pemerintah pusat,” ujarnya.

Maesyal juga mengusulkan beberapa langkah strategis, antara lain pemberian obat atau vaksin pencegahan kepada keluarga penderita kusta dengan radius tertentu.

Lalu, pengelompokan wilayah prioritas khususnya di 10 kecamatan wilayah pantau utara (pantura), serta opsi pemberian pencegahan secara luas kepada seluruh masyarakat.

"Kami telah merumuskan beberapa langkah strategis dan siap bersinergi dengan pemerintah pusat untuk menyukseskan program eliminasi penyakit kusta, menuju Indonesia bebas kusta 2030," pungkasnya.

KOTA TANGERANG
HUT RI, Warga Kota Tangerang Dapat Diskon Pajak hingga 45 Persen

HUT RI, Warga Kota Tangerang Dapat Diskon Pajak hingga 45 Persen

Senin, 3 Agustus 2026 | 17:55

Masyarakat Kota Tangerang dapat memanfaatkan berbagai keringanan pajak daerah dengan potongan hingga 45 persen dalam Program Pesta Diskon Kemerdekaan yang berlangsung mulai 3 hingga 31 Agustus 2026.

BANTEN
PLN UID Banten Resmikan Posko Pelayanan Teknik 24 Jam di PIK 2, Percepat Penanganan Gangguan Listrik

PLN UID Banten Resmikan Posko Pelayanan Teknik 24 Jam di PIK 2, Percepat Penanganan Gangguan Listrik

Selasa, 4 Agustus 2026 | 07:22

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten melakukan upaya layanan kelistrikan di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 melalui peresmian Posko Pelayanan Teknik (Yantek) yang beroperasi selama 24 jam.

NASIONAL
Simak Tips Berkunjung ke GIIAS 2026 di Akhir Pekan Ini

Simak Tips Berkunjung ke GIIAS 2026 di Akhir Pekan Ini

Sabtu, 1 Agustus 2026 | 20:10

Pameran otomotif terbesar se-Asia Tenggara, GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, kini memasuki akhir pekan pertamanya sejak resmi dibuka pada 30 Juli 2026.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill