Connect With Us

Pemkab Tangerang Gandeng Lippo Tuntaskan Banjir di Binong, 300 Meter Kali Sabi Bakal Diturap

Rangga Agung Zuliansyah | Kamis, 6 November 2025 | 08:46

Bupati Tangerang Maesyal Rasyid mengecek Kali Sabi yang kerap menyebabkan banjir di wilayah Kelurahan Binong, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Rabu 5 November 2025. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Keluhan banjir yang kerap melanda wilayah Kelurahan Binong, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, kini mendapatkan titik terang.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang berhasil menggalang kerjasama lintas pihak, termasuk dengan pengembang besar Lippo Karawaci, untuk segera melakukan normalisasi Kali Sabi.

Kesepakatan ini dicapai setelah Bupati Tangerang Maesyal Rasyid mengadakan dialog langsung dengan masyarakat setempat dan perwakilan Pengembang Lippo di lokasi rencana pengerjaan, Rabu 5 November 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Maesyal mengungkapkan bahwa Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (SDA) bersama pihak pengembang Lippo telah menyepakati langkah konkret.

Inti dari normalisasi ini adalah memperlebar dan memperdalam Kali Sabi yang selama ini menjadi salah satu penyebab utama tingginya debit air saat hujan.

“Hari ini kita hadir bersama dengan Pak dewan Muhlis dari provinsi (Banten) dan dewan Hugo dari kabupaten (Tangerang), juga dengan Kadis Bina Marga serta perwakilan masyarakat. Pihak Lippo sudah ada kesepakatan-kesepakatan untuk bisa bekerja sama dalam rangka memperlebar dan memperdalam sungai,” ungkapnya.

Kontribusi vital dari pengembang Lippo tidak hanya sebatas pelebaran sungai. Pihak Lippo juga bersedia membuat turap sepanjang sekitar 300 meter.

Maesyal berharap upaya normalisasi ini dapat menjadi solusi permanen untuk mengurangi volume dan dampak banjir, khususnya yang rutin melanda wilayah Binong.

“Mudah-mudahan upaya ini bisa mengurangi beban masyarakat setiap banjir melanda. Mudah-mudahan ini juga menjadi solusi kita bersama supaya tidak terjadi banjir lagi, paling tidak mengurangi lah,” ujarnya.

Maesyal menambahkan, proyek ini akan memberikan manfaat ganda. Selain mengurangi tingkat kebanjiran masyarakat, normalisasi juga akan mencegah abrasi di sepanjang aliran Kali Sabi, baik di tanah milik warga maupun di area Lippo.

“Dua-duanya ini untuk kepentingan umum dan bertanggung jawab bersama. Mudah-mudahan dengan keikhlasan semua pihak, kesepakatan hari ini bisa memberikan yang terbaik untuk kepentingan masyarakat,” pungkasnya.

Pemkab Tangerang akan memulai pengerjaan normalisasi Kali Sabi ini menggunakan anggaran APBD. Selain itu, pembangunan juga akan dibantu dari Provinsi Banten melalui Gubernur dan DPRD Banten serta Lippo Karawaci.

"Jadi memberikan kontribusi bersama-sama dalam rangka memperlebar sungai dan juga menurap,” tutup Maesyal.

WISATA
Tak Terurus, Telaga Biru Cigaru Kini Sudah Tak Lagi Biru

Tak Terurus, Telaga Biru Cigaru Kini Sudah Tak Lagi Biru

Jumat, 6 Februari 2026 | 21:55

Telaga Biru Cigaru di Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, yang dulu pernah menjadi wisata favorit keluarga untuk menikmati momen liburan, kini tampak sepi dan terbengkalai.

BISNIS
Incar Pasar Properti Tangerang, Mitra Besi Baja Ekspansi ke Serpong

Incar Pasar Properti Tangerang, Mitra Besi Baja Ekspansi ke Serpong

Jumat, 6 Februari 2026 | 16:35

Jaringan ritel material konstruksi di bawah naungan PT Mitra Baja Cemerlang (MBC), Mitra Besi Baja (MBB) resmi membuka cabang keduanya di Serpong, Kota Tangerang Selatan.

BANDARA
Cegah Kecelakaan Pesawat, Bandara Soetta Bersihkan Landasan hingga Edukasi Keselamatan

Cegah Kecelakaan Pesawat, Bandara Soetta Bersihkan Landasan hingga Edukasi Keselamatan

Kamis, 5 Februari 2026 | 21:25

Sebagai gerbang utama transportasi udara yang beroperasi 24 jam dengan kompleksitas tinggi, Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) melaksanakan rangkaian evaluasi dan penguatan sistem

OPINI
Zonasi Prostitusi dan Ilusi Pendapatan Daerah

Zonasi Prostitusi dan Ilusi Pendapatan Daerah

Jumat, 6 Februari 2026 | 22:24

Alih-alih memberantas prostitusi dan peredaran miras, negara justru berposisi sebagai pengatur lokasi dan tata kelolanya. Maksiat tidak dihapus, hanya dipindahkan dan dilegalkan secara administratif.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill